Saham Amman Mineral (AMMN) Melambung 295%, Deretan Pemegang Saham Ini Yang Cuan Besar
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) telah melesat sebanyak 295% terhitung sejak listing perdana hingga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/10/2023).
Berdasarkan data perdagangan, saham AMMN telah melesat dari level listing perdana Rp 1.695 pada 7 Juli menjadi Rp 6.700 pada penutupan hari ini atau terjadi lonjakan 295%. Sedangkan penutupan hari ini, saham AMMN menguat Rp 200 (3,08%) menjadi Rp 6.700.
Baca Juga
IHSG Menguat, Enam Saham Cetak ARA Mulai dari CITY hingga BREN
Tak hanya itu, kapitalisasi pasar (market cap) AMMN terus melesat menjadi Rp 481,83 triliun atau menempati posisi keempat untuk kategori emiten market cap terbesar di BEI. Nilai kapitalisasi pasar AMMN kian jauh meningkalkan PT Telkom indonesia Tbk (TLKM) diurutan kelima sebanyak Rp 374,45 triliun.
Satu dari beberapa pemegang saham yang diuntungkan atas penguatan harga saham ini adalah PT Medco Energi selaku pemegang 21,09% saham AMMN. Salim Grup juga diuntungkan melalui anak usahanya PT Sumber Gemilang selaku pemegang 32,44% saham AMMN.
Pemegang saham lainnya yang diuntungkan adalah Agoes Projosasmito yang juga menjabat komisaris utama Amman Mineral (AMMN). Dirinya menguasai saham AMMN melalui PT AP Investment dengan kepemilikan 15,58%. Sedangkan sisanya pemegang saham lainnya PT Alpha Investasi sebanyak 7,17%, dan PT Pesona Sukses sebanyak 6,58%.
Produsen tembaga dan emas, Amman Mineral, mencatatkan penurunan laba bersih sebanyak 78% menjadi US$ 122,42 juta, turun hingga semester I-2023, dibandingkan perolehan periode sama tahun lalu sebesar US$ 565,19 juta. Penurunan laba bersih sejalan dengan margin laba bersih yang turun menjadi 21%, dibandingkan semester I-2022 yang tercatat 41%.
Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan perseroan mencapai 58% menjadi US$ 581 juta, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat US$ 1,39 miliar.
Baca Juga
Laba Medco (MEDC) Semeter I-2023 Turun 60,58%, Terdampak Penurunan AMMN
Vice President Corporate Communications & Investor Relations AMMN, Kartika Octaviani menyampaikan, penurunan tersebut dipicu atas penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat bulan pada periode tersebut. karena berakhirnya izin ekspor AMNT pada Maret 2023.
Ke depan Manajemen AMMN berharap dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik, terlebih setelah menerima izin ekspor. ‘’Kami segera melanjutkan penjualan konsentrat dari inventaris kami dan menyelesaikan pengapalan pertama kami pada bulan Juli 2023. Untuk target hingga akhir 2023, kami menetapkan target produksi 610000 metrik ton kering konsentrat,’’ imbuhnya.

