Diam-diam! Market Cap Amman Mineral (AMMN) Pepet BMRI
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) diam-diam pepet kapitalisasi pasar (market cap) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), peringkat empat untuk kategori kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (17/11/2023).
Berdasarkan data sesi I BEI, saham AMMN ditutup melesat Rp 325 (4,50%) menjadi Rp 7.550. Saham AMMN bergerak dalam rentang Rp 7.200-7.600.
Baca Juga
Eksekusi MSOP Amman Mineral (AMMN), Sejumlah Direktur Ini Raup Gain Rp 530,20 Miliar
Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup turun Rp 25 (0,42%) menjadi Rp 5,900. Saham bank pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 5.875-5.950.
Dengan penguatan tersebut market cap AMMN kini mencapai level Rp 542,95 triliun. Angka tersebut hanya terpaut sekitar Rp 3 triliun dari market cap BMRI senilai Rp 545,15 triliun.
Berlanjutnya penguatan harga saham AMMN setelah MSCI Inc (MSCI) mengumumkan hasil review indeks periode November 2023 untuk MSCI Equity Indexes, termasuk MSCI Global Standard dan MSCI Global Small Cap.MSCI pada 14 November menyebutkan bahwa saham AMMN akan masuk dalam perhitungan MSCI Global Standard Indexes. Sedangkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dikeluarkan dari perhitungan tersebut.
Terkait pergerakan harga, saham AMMN telah melesat sebanyak 345,27% dari level listing perdana Rp 1.695 pada 7 Juli menjadi Rp 7.550 pada penutupan perdagangan sesi I.
Baca Juga
Hingga September 2023, Amman Mineral (AMMN) membukukan laba bersih senilai US$ 122,4 juta dan pendapatan senilai US$ 580,5 juta. Raihan laba tersebut setara dengan 82% atau melampaui target Mandiri Sekuritas dan merefleksikan 43% dari perkiraan consensus analis.
Mandiri Sekuritas memprediksi kenaikan pendapatan Amman Mineral (AMMN) menjadi US$ 1,67 miliar tahun ini. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan mencapai US$ 150 juta sepanjang tahun ini. Target tersebut setara Degnan perkiraan peningkatan produksi tembaga menjadi 134 juta lbs dan emas mencapai 172 ribu oz.
“Realisasi performa keuangan dan operasional AMMN sepanjang semester I-2023 telah melampaui estimasi kami. Perseroan juga mengindikasikan target produksi lebih tinggi tahun ini. Begitu juga dengan operasional smelter terbaru dirpediksi sesuai target,” tulis analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto dalam riset beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Tak hanya itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan, Amman Mineral (AMMN) berhasil menunjukkan performa operasional yang baik dengan berhasil memproduksi sebanyak 18 juta ton bijih. Hal ini membuat perseroan berhasil memprdouksi tembaga sebanyak 134 juta lbs dan sebanyak 172 ribu oz emas.

