Lengserkan TPIA, Amman Mineral (AMMN) Rebut Tahta Emiten Market Cap Terbesar Ketiga
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berhasil mencatatkan lompatan harga pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/5/2024). Lompatan tersebut menjadikan AMMN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar ketiga menjadi Rp 872,02 triliun.
AMMN berhasil melengserkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dari posisinya sebagai emiten kapitalisasi pasar terbesar ketiga. Kini, saham emiten Prajogo Pangestu ini melorot ke peringkat empat dengan kapitalisasi pasar Rp 804,55 triliun.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo (TPIA) Tiba-tiba Terbang Geser AMMN dan BBRI, Apa Pemicunya?
Sedangkan peringkat pertama masih dipegang saham Prajogo Pangestu lainnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan market cap Rp 1.505,09 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) urutan kedua dengan market cap Rp 1.155,70 triliun.
Saham AMMN resmi listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2023 setelah menutaskan IPO dengan harga pelaksanaan Rp 1.695 per saham. Hal ini menjadikan IPO saham AMMN terbesar sepanjang 2023 dengan raihan total dana Rp 10,73 triliun.
Dengan harga IPO Rp 1.695 per saham, total kenaikan saham ini telah mencapai 610,91% terhitung sejak listing perdanan hingga perdagangan sesi I, Senin (27/5/2023). Berdasarkan data BEI, saham AMMN melesat Rp 1.475 (13,98%) menjadi Rp 12.025 pada perdagangan intraday pukul 10.20 WIB.
Baca Juga
Terkait kinerja keuangan, Amman Mineral (AMMN) membukukan pelemahan laba bersih sebanyak 27% menjadi US$ 131 juta pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 179 juta.
Direktur Keuangan AMMN Arief Sidarto sebelumnya mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan tipis pendapatan dari US$ 597 juta menjadi US$ 602 juta pada kuartal I-2024. Sebaliknya EBITDA terkoreksi 7% dari US$349 juta menjadi US$ 326 juta.
Kinerja keuangan tersebut didukung peningkatan penjualan konsentrat sebanyak 9% menjadi 150,368 metrik ton kering. Penjualan tembaga juga meningkat 5% menjadi 80 juta pon, penjualan emas meningkat 15% menjadi 137.539 ons, penjualan material yang ditambah naik menjadi 69 juta ton, dan bijih yang diproses meningkat 9% menjadi 10 juta ton.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Habiskan Dana Eksplorasi Rp 101,26 Miliar di Kuartal I-2024
“Meskipun hasil produksi perseroan kuartal I-2024 tercatat baik, pendapatan perseroan hanya naik 1%, seiring penurunan harga jual tembaga sebesar 19%. Sebaliknya harga jual emas meningkat sebanyak 9%,” terangnya.
Penurunan juga dipengaruhi penundaan pengiriman beberapa minggu pada Januari 2024, karena perseroan merevisi izin ekspor agar bea ekspor tetap 10%. “Selama kuartal I, perseroan menunjukkan ketahanan finansial di tengah beberapa tantangan dan berkomitmen untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang hati-hati dan pengendalian biaya yang ketat,” katanya.
Grafik Saham AMMN

