BREN Terkoreksi, BBCA Kembali Rebut Tahta Market Cap Terbesar
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali merebut posisi sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan, Senin (11/12/2023). Hal ini terjadi setelah saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) terkoreksi dalam.
Berdasarkan data, saham BBCA ditutup stagnan level Rp 8.750 menjadikan kapitalisasi pasar saham ini stabil di level Rp 1.078,65 triliun. Sebaliknya saham BREN ditutup terkoreksi sebanyak Rp 450 (5,59%) menjadi Rp 7.600, sehingga kapitalisasi pasar saham ini turun menjadi Rp 1.016,77 triliun.
Baca Juga
Saat TikTok-Tokopedia Capai Kespekatan, Saham GOTO Terkoreksi 20%, Kok Bisa?
Penurunan saham BREN sejalan dengan koreksi sejumlah saham emiten Prajogo Pangestu lainnya, seperti saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah Rp 35 (2%) menjadi Rp 1.715, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah Rp 100 (0,93%) menjadi Rp 10.700, dan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ditutup stagnan Rp 4.700.
Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI, Senin (11/12/2023), ditutup anjlok 70,82 poin (0,99%) menjadi 7.088,78. Penurunan dipicu atas koreksi dalam saham sektor teknologi dan saham-saham emiten Prajogo pangestu.
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan dalam saham sektor teknologi sekitar 7,27%%, sektor infrastruktur 3,38%, sektor transportasi 2,91%, saham sektor properti 1,30%, dan saham sektor konsumer primer 1,23%.
Baca Juga
Industri Hulu Migas Torehkan Kinerja Menggembirakan, Ini Buktinya!
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor keuangan 0,93% dan sektor konsumer non primer 0,39%.
Meski IHSG ditutup anjlok, tiga saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) naik Rp 41 (34,45%) menjadi Rp 160, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik Rp 1.175 (25%) menjadi Rp 5.875, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik Rp 290 (24,79%) menjadi Rp 1.460.

