BBRI Kembali Rebut Tahta Market Cap Terbesar Kedua
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali meraih posisi sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2023). Keberhasilan tersebut didukung kenaikan saham BBRI bersamaan dengan penurunan dalam saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN).
Sebelumnya, BREN sempat menyalip market cap BBRI hingga menjadikan saham emiten Prajogo Pangestu bertengger di posisi dua sejak 17 November 2023. Namun BREN hanya bertahan tiga hari di posisi emiten dengan market cap terbesar kedua di BEI.
Baca Juga
Kinerja Cemerlang, Saham BBRI Direkomendasikan “Buy and Hold”
Berdasarkan data BEI, saham BBRI berhasil melesat Rp 75 (1,44%) menjadi Rp 5.275 pada penutupan perdagangan hari ini. Penguatan tersebut menjadikan market cap bank pelat merah ini meningkat menjadi Rp 799,68 triliun.
Sedangkan saham BREN melorot senilai Rp 625 (9,96%) menjadi Rp 5.650, sehingga kapitalisasi pasar saham ini turun menjadi Rp 755,89 triliun. Koreksi tersebut menjadikan market cap BREN terjungkal dari posisi kedua menjadi ketiga.
Sebelumnya, UBS Sekuritas Indonesia dalam laporan risetnya menargetkan harga BBRI di angka Rp 6.925. Harga ini mengalami kenaikan sebesar 2-3% dari proyeksi sebelumnya yakni Rp 6.700. “Target harga kami mengasumsikan tingkat bebas risiko sebesar 7,25% (tidak berubah), tanggal batas akhir September 2024 (mulai Maret 2024), RoE berkelanjutan sebesar 20,5% (tidak berubah), dan pertumbuhan berkelanjutan sebesar 9% (tidak berubah). Pada target harga kami, saham akan diperdagangkan pada 3,0x PB 2024," demikian tulis PT UBS Sekuritas Indonesia.
Baca Juga
Saham BREN dan BRPT Anjlok, Nilai Kekayaan Prajogo Pangestu Menguat US$ 7,2 Miliar Sehari
Rekomendasi beli saham BBRI juga datang dari BNI Sekuritas dalam laporannya dan menargetkan harga BBRI sebesar Rp 6.000. Bahkan, valuasi BBRI disebut menarik akibat adanya tren kenaikan suku bunga sehingga pihaknya akan kembali melakukan review.
“BRI saat ini diperdagangkan pada PBV forward 1 tahun sebesar 2,3 kali, sejalan dengan rata-rata 5 tahunnya. Meskipun kami melihat tantangan kualitas aset bagi BRI dan perusahaan keuangan serupa yang berfokus pada pasar massal pada hasil kuartal III-2023, kami memperkirakan kondisi akan membaik pada kuartal mendatang yang didorong oleh dana terkait Pemilu," tulis BNI Sekuritas dalam laporannya.
Sementara itu, PT Verdhana Sekuritas juga memproyeksikan harga BBRI mencapai Rp 6,150 dan merekomendasikan buy. Proyeksi itu didapatkan berdasarkan metodologi DuPont, dengan tingkat bebas risiko sebesar 6,5%, biaya ekuitas sebesar 7,8%, beta 0,8 kali, dan ROA yang disesuaikan dengan CAR sebesar 18,0%.
Baca Juga
"Kami berpendapat bahwa dalam beberapa bulan mendatang pemerintah dapat meningkatkan belanja, termasuk memberikan dukungan untuk segmen mikro. Salah satu kebijakan tersebut terkait dengan subsidi tunai untuk membantu mengimbangi dampak Elnino,” tulis PT Verdhana Sekuritas.

