Market Cap Amman Mineral (AMMN) Akhirnya Salip Bank Mandiri (BMRI)
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akhirnya menyalip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di posisi kelima. Aksi tersebut terjadi setelah saham AMMN berhasil melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/11/2023).
Berdasarkan perdagangan saham BEI, saham AMMN ditutup naik Rp 175 (2,32%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa Rp 7.725. Saham perusahaan kongsi grup Medco, grup Salim, Agus Projo, dan lainnya ini beregerak dalam rentang Rp 7.500-7.800.
Baca Juga
MSOP Dituntaskan, Direksi Amman Mineral (AMMN) Kaya Mendadak
Lompatan tersebut menjadikan market cap AMMN melesat menjadi Rp 555,54 triliun atau menggeser BMRI dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 545,15 triliun dari posisi kelima. Aksi salip tersebut menjadikan AMMN menjadi emiten dengan kepitalisasi terbesar kelima di BEI hari ini.
Terkait penguatan harga saham kedua emiten ini sejak listing perdana di BEI, saham AMMN telah berhasil membukukan penguatan dari level Rp 1.695 sejak 7 Juli 2023 menjadi Rp 7.725 hingga penutupan hari ini. Dengan demikian total kenaikan harganya telah mencapai 355,22%.
Sedangkan beberapa pemegang saham yang diuntungkan atas penguatan harga saham ini adalah PT Medco Energi selaku pemegang 21,09% saham AMMN. Salim Grup juga diuntungkan melalui anak usahanya PT Sumber Gemilang selaku pemegang 32,44% saham AMMN.
Baca Juga
Pemegang saham lainnya adalah Agoes Projosasmito yang juga menjabat komisaris utama Amman Mineral (AMMN). Dirinya menguasai saham AMMN melalui PT AP Investment dengan kepemilikan 15,58%. Sedangkan sisanya pemegang saham lainnya PT Alpha Investasi sebanyak 7,17% dan PT Pesona Sukses sebanyak 6,58%.
Hingga kuartal III-2023, perusahaan kongsi Medco Group dan Salim ini mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepemilik entitas induk sebesar 91% menjadi US$ 62,67 juta, dari US$ 744,97 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Sabet Juara 1 ARA 2022 Kategori Perusahaan Go Public Keuangan
Manajemen AMMN menyebut, tekanan terhadap laba bersih disebabkan oleh kenaikan beban biaya serta penurunan pendapatan yang disebabkan tertundanya izin ekspor mineral. Penjualan bersih AMMN tercatat turun menjadi US$ 1,15 miliar dari US$ 1,97 miliar. Segmen tembaga menjadi penyumbang pendapatan paling besar US$ 697 miliar, dibanding penjualan emas sebesar US$ 453 miliar. Sedangkan laba kotor tercatat turun menjadi US$ 501 juta dari US$ 1,12 miliar.

