Harga Cetak Rekor, Market Cap Amman Mineral (AMMN) Kejar Bank Mandiri (BMRI)
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kembali meningkat mendekati market cap PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hal ini terjadi setelah saham AMMN menguat mencapai level tertinggi baru pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (13/11/2023).
Berdasarkan data BEI, saham AMMN sesi I ditutup menguat Rp 200 (2,93%) menuju level tertinggi baru Rp 7.025. Dengan torehan tersebut, saham AMMN telah melesat sebanyak 314,44% dari level Rp 1.695 menjadi Rp 7.025.
Baca Juga
Laba Anjlok 91%, Saham Emiten Mineral Kongsi Salim – Medco (AMMN) Tertekan
AMMN sebelumnya menggelar IPO saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.695 per saham dengan melepas sebanyak 6,33 miliar saham. AMMN meraih dana IPO Rp 10,73 triliun dan menjadikan IPO terbesar pada 2023. AMMN tercatat di BEI pada 7 Juli 2023.
Dengan lompatan harga tersebut, kapitalisasi pasar saham AMMN mencapai Rp 505,20 triliun. Angka tersebut kian mendekati level market cap BMRI senilai Rp 535,91 triliun. Sebagaimana diketahui BMRI menempati urutan kelima dan AMMN menempati urutan keenam untuk market cap terbesar di BEI.
Terkait kinerja keuangan, perusahaan hasil kongsi Medco Group dan Salim tersebut mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepemilik entitas induk sebesar 91% menjadi US$ 62,67 juta hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 744,97 juta.
Baca Juga
RHB Sekuritas: Kinerja EmitenLampaui Target, Pilihan Teratas 10 Saham Ini
Manajemen AMMN menyebut bahwa penurunan laba bersih disebabkan oleh kenaikan beban biaya serta penurunan pendapatan yang akibat tertundanya izin ekspor mineral. Penjualan bersih AMMN tercatat turun menjadi US$ 1,15 miliar dari US$ 1,97 miliar.
Segmen tembaga menjadi penyumbang pendapatan paling besar US$ 697 miliar, dibanding penjualan emas sebesar US$ 453 miliar. Sedangkan laba kotor tercatat turun menjadi US$ 501 juta dari US$ 1,12 miliar.
Direktur Utama AMMAN Alexander Ramlie, mengatakan, perseroan baru mendapat izin ekspor pada 24 Juli 2023. ‘’Setelah itu kinerja penjualan kami pada kuartal III-2023kembali normal, di mana kami mempercepat pengiriman konsentrat untuk mengejar kehilangan penjualan,’’ paparnya dalam keterangan tertulis.

