IHSG Sesi I Ditutup Stagnan, Saham JAYA hingga SUPA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (18/12/2025), ditutup stagnan level 8.678 atau hanya naik 0,97 poin. Rentang pergerakan 8.656-8.730 dengan nilai trnasaksi Rp 10 triliun.
Pergerakan tersebut dipangaruhi kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan sebanyak 0,47%, sektor konsumer non primer 0,19%, dan sektor transportasi 0,58%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, teknologi, infrastruktur, energi, industry, dan material dasar.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak EPC US$ 29,07 Juta di Singapura
Meski IHSG bergerak stagnan, saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham JAYA melesat 34,62% menjadi Rp 140, SUPA cetak ARA sebanyak 24,68% menjadi Rp 985, dan RLCO menguat 24,56% menjadi Rp 1.065. Kenaikan juga melanda saham DPUM sebanyak 26,32% menjadi Rp 240 dan PORT naik 18,32% menjadi Rp 1.195.
Kemarin, IHSG ditutup turun tipis 9,13 poin (0,11%) menjadi 8.677 dengan pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 280,47 miliar. Net buy terbanyak disumbangkan saham CARE Rp 648,76 miliar, IMPC senilai Rp 311,75 miliar, dan FILM mencapai Rp 113,87 miliar.
Baca Juga
Multi Makmur (PIPA) Ubah Arah Bisnis, Fokus Jadi Holding Energi Migas Terintegrasi
Meski IHSG turun tipis, beberapa saham ini catatkan keanaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham DPUM naik 34,75% menjadi Rp 190, RMKO naik 25% menjadi Rp 310, PIPA naik 25% menjadi Rp 260, RLCO naik 24,82% menjadi Rp 855, SSTM menguat 24,75% menjadi Rp 2.520.
ARA juga melanda saham SUPA naik 24,41% menjadi Rp 790, KDTN naik 24,71% menjadi Rp 1.060, ESTA naik 24,69% menjadi Rp 404, SUPA naik 24,41% menjadi Rp 790, dan NATO naik 24,41% menjadi Rp 316.
