IHSG Akhirnya Ditutup Rebound, Dua Saham Pendatang Baru Ini Tetap Jawara
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indoenesia (BEI), Kamis (18/4/2024), ditutup berhasil rebound sebanyak 35,97 poin (0,50%) menjadi 7.166,81. IHSG bergerak dalam rentang 7.129,01-7.180,56 denga nilai transaksi Rp 10,87 triliun.
Penguatan indeks didukung kenaikan tiga sektor saham, yaitu saham sektor keuangan 0,82%, sektor infrastruktur 0,20%, dan sektor consumer primer 0,04%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 1,06%, sektor properti 0,76%, dan sektor energi 0,54%.
Baca Juga
Di tengah penguatan indeks, dua saham pendatang baru ini berhasil pertahankan penguatan sampai auto reject atas (ARA), saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) naik Rp 62 (34,07%) menjadi Rp 244 dan PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) melesat Rp 66 (24,44%) menjadi Rp 336.
Kenaikan juga melanda saham PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) dengan kenaikan Rp 20 (18,02%) menjadi Rp 131,PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) naik Rp 34 (17%) menjadi Rp 234, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik Rp 19 (13,01%) menjadi Rp 165.
Adapun saham dengan penurunan paling dalam melanda PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), PT Hillcom Tbk (HILL), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA).
Baca Juga
Para Pemimpin Uni Eropa Setuju Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran
Kemarin, bursa saham Wall Street ditutup kembali anjlok dengan penurunan paling dalam melanda Nasdaq sebanyak 1,15%. Penurunan berikutnya melanda indeks S&P500 sebanyak 0,58% dan indeks Down Jones melemah 0,12%.
Penurunan juga melanda IHSG kemarin sebanyak 33,96 poin (0,47%) menjadi 7.130.84. Pelemahan tersebut dipicu koreksi sebanyak 372 saham. Bahkan, hampir seluruh sektor saham cetak penurunan.
Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 470,66 miliar. Namun sejumlah saham masih diminati asing, seperti net buy saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 129,82 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 103,33 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 98,64 miliar.
