IHSG Dibuka Rebound 50 Poin, Tiga Saham Ini Tetap Jawara Cuan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/8/2024), dibuka melesat dengan kenaikan telah mencapai 50 poin (0,65%) menjadi 7.539. Pergerakan dalam rentang 7.488-7546.
Kenaikan tersebut didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor energi, sektor material dasar, sektor properti, sektor keuangan, sektor infrastruktur, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Kinerja Bangkit, Saham Widiant Jaya (WIDI) Layak Jadi Pilihan dari Papan Akselerasi
Di tengah rebound IHSG, lima saham ini cuan besar, seperti PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) kembali melesat 30% menjadi Rp 160 setelah dua hari beruntun cetak auto reject atas (ARA). Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) kembali melesat 23% menjadi Rp 1.430 setelah ditutup ARA kemarin.
Kenaikan serupa juga melanda saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) kembali melesat 22% menjadi Rp 143 setelah melesat pada penutupan perdagangan kemarin hingga ARA. Kenaikan juga melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU).
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), dan PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA).
Grafik IHSG
Baca Juga
Private Placement Tambah Lahan Naikkan RNAV, Begini Prospek Saham PIK2 (PANI)
IHSG kemarin terkoreksi sebanyak 65,91 poin (0,87%) menjadi 7.488,68. Penurunan tersebut mematahkan rekor IHSG ke level tertinggi baru tiga hari beruntun. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,26 triliun di seluruh pasar.
Berlanjutnya aksi borong saham tersebut menjadikan total net buy saham di BEI selama sebulan terakhir telah mencapai Rp 12,46 triliun. Dengan penyumbang terbesar datang dari saham BBCA Rp 3,41 triliun dan BMRI senilai Rp 3,14 triliun.
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti saham sektor keuangan 1,19%, sektor teknologi 1,40%, sektor konsumer primer 1,24%, sektor infrastruktur 1,50%, dan sektor transportasi 1,23%.

