Dilanda Profit Taking, Saham Bank Digital Berguguran Dipimpin ARTO
JAKARTA, investortrust.id – Saham bank digital dilanda profit taking pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/12/2023). Penurunan terbesar melanda saham PT Bank Jago Tbk (ARTO).
Baca Juga
Meski Saham Emiten Prajogo Bergerak Bervariasi, TPIA dan CUAN Cetak Rekor Baru
Berdasarkan data BEI, saham ARTO turun Rp 400 (11,11%) menjadi Rp 3.200. Penurunan saham ARTO yang tertinggi, dibandingkan saham bank digital lainnya, seperti saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melemah Rp 16 (3,64%) menjadi Rp 424 dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) turun Rp 55 (3,77%) menjadi Rp 1.405.
Pelemahan juga melanda saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencapai Rp 20 (5,85%) menjadi Rp 322. Penurunan juga melanda saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) turun Rp 20 (2,45%) menjadi Rp 795. Penurunan sepanjang hari ini, berbanding terbalik dengan pergerakan kemarin yang mencatatkan lompatan harga.
Baca Juga
PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) Cetak Pertumbuhan Pendapatan 125%
Penurunan sejumlah saham bank digital memicu koreksi indeks saham sektor keuangan mencapai 1,09%. Penurunan tersebut memicu koreksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/12/2023), melemah sebanyak 49,97 poin (0,70%) menjadi 7.075,34.
Penurunan indeks didukung penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi terkoreksi 2,22%, sektor industry terkoreksi 1,13%, sektor keuangan 1,09%, sektor material dasar 0,95%, dan sektor energi 0,90%.

