Bank Digital Dilanda Profit Taking, Saham ARTO, BBYB, dan BBHI Ditutup Merah
JAKARTA, investortrust.id – Saham sejumlah saham bank digital dilanda aksi ambil untung investor pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/12/2023). Profit taking tersebut dipicu atas lompatan harga saham tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
Saham Bank Digital Melesat, Bahkan Bank Jago (ARTO) Capai 127% dalam Sebulan
Berdasarkan data BEI, penurunan saham bank digital terbesar melanda saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp 400 (11,46%) menjadi Rp 3.090. Padahal, saham ini sempat melesat di pertengahan transaksi level Rp 3.550.
Penurunan selanjutnya melanda saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dengan koreksi Rp 115 (7,37%) menjadi Rp 1.445. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.440-1.620. Koreksi terdalam ketiga melanda saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencapai Rp 26 (6,77%) menjadi Rp 358. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 354-396.
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi mengatakan, bank digital dalam coverage Samuel Sekuritas membukukan kinerja yang beragam hingga Oktober 2023.
Baca Juga
PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berhasil membukukan kenaikan laba bersih. Sedangkan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan PT Bank Aladin Tbk (BANK) masih rugi.
Bank digital tersebut berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 48,5% ditopang pertumbuhan kredit sebanyak 13,2% per Oktober 23. Namun NIM bank digital relatif stabil level 10,3%. Tren biaya provisi bulanan bank-bank digital beragamdengan kenaikan biaya provisi kumulatif hingga Oktober 2023.
