GOTO Ambles, ARTO Ternyata Lebih Parah
JAKARTA, Investor.id – Gara-gara penurunan dalam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga menyentuh level Rp 68, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) kebagian sial Jumat (13/10/2023).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ARTO telah turun sebanyak Rp 120 (6,78%) menjadi Rp 1.655. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.640-1.770. Dengan harga Rp 1.655, saham ARTO kembali ke level 1 Juli 2020 atau tiga tahun lalu.
Baca Juga
Penurunan harga saham besutan Jerry Ng dan kawan-kawan ini mulai terjadi setelah saham GOTO melemah dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, penurunan saham GOTO telah membuat laju indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI kian berat.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait penurunan dalam saham ARTO dalam beberapa hari terakir.
Baca Juga
Penurunan Makin Dalam, Saham Bank Jago (ARTO) Jatuh ke Level Terendah Baru
Sebagaimana diketahui PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui anak usahanya PT Dompet Karya Anak Bangsa tercatat seabgai pemegang 21,40% saham ARTO. Sedangkan sisanya dikuasai PT Metamorfosis, Wealth Track Technology, dan GIC Private Ltd.
Meski harga sahamnya dilanda penurunan, Bank Jago masih menunjukkan performa baik hingga semester I-2023, yaitu laba bersih Rp40,51 miliar, naik 40,12% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca Juga
Terkait Pelunasan Obligasi, Chandra Asri (TPIA) Ungkap Fakta Ini
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebanyak 29,85% menjadi Rp832,46 miliar. Pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga naik 169,7% menjadi Rp16,56 miliar. Pendapatan lainnya tumbuh 521,73% menjadi Rp75,79 miliar.
Sedangkan saham GOTO hingga pukul 11.00 WIB, telah anjlok 5,4% menjadi Rp 69. Bahkan, saham GOTO sempat anjlok ke level intraday sepanjang masa Rp 68. Saham ini bergerak dalam kisaran Rp 68-75.

