IHSG Anjlok Parah 1,44% ke Level Terendah Tiga Bulan Terakhir, Sektor Teknologi dan Keuangan Parah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/11/2024), turun sebanyak 108,06 poin (1,44%) hingga berada di bawah level 7.400, tepatnya level 7.383.
Penutupan 7.383 menjadi level terendah baru IHSG dalam tiga bulan teraekhir atau terhitung sejak 14 Agustus 2024. Sedangkan rentang pergerakan IHSG sepanjang hari ini dalam kisaran 7.363-7.506 dengan nilai transaksi Rp 11,17 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi sebanyak 2,97%, sektor property 2%, sektor keuangan 1,77%, sektor infrastruktur 1,12%, sektor energi 1,24%, dan sektor consumer non primer 0,99%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,38% dan sektor 0,18%.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas Revisi Naik Target Kinerja dan Saham Timah (TINS)
Meski IHSG ditutup di zona merah, beberapa saham berhasil catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 350, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) menguat 24,86% menjadi Rp 452, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,85% menjadi Rp 2.110, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,76% menjadi Rp 1.915.
Kenaikan juga melanda saham PT Natura City Developments Tbk (CITY) menguat 17,50% menjadi Rp 141, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik 16,35% menjadi Rp 242, dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) naik 16,20% menjadi Rp 165.
Sebaliknya pelemahan pesat melanda saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE), PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).
Baca Juga
Transaksi Judi Online Diprediksi Tembus Rp 400 Triliun, PPATK Diminta Jemput Bola
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 12,43 poin (0,17%) menjadi 7.491. Pemodal asing kembali merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 223,01 miliar, yaitu saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) Rp 134,44 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 111,81 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 106,39 miliar.
Penguatan tersebut didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,82%, sektor consumer non primer 0,74%, sektor material dasar 0,54%, sektor keuangan 0,59%, dan sektor consumer primer 025%. Pelemahan melanda saham sektor industry 0,52%, sektor teknologi 0,97%, sektor infrastruktur 0,81%, sektor tranportasi 0,95%, dan sektor kesehatan 0,22%
Grafik IHSG

