Kejatuhan IHSG makin Parah Capai Level Terendah Baru dalam 2,5 Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (11/2/2025), ditutup kembali terkoreksi sebanyak 103,96 poin (1,56%) menjadi 6.544. Koreksi ini merupakan hari kelima secara beruntun.
Tak hanya terkoreksi, IHSG catatkan rekor terendah baru terhitung sejak 17 Mei 2022 setelah menembus level terendah intraday 6.531 pada sesi I hari ini. Level tersebut tercatat capain terendah IHSG lebih dari 2,5 tahun terakhir.
Sedangkan penurunan indeks dalam lima hari terakhir atau kurun waktu 5 Februari hingga penutupan sesi I pada 11 Februari 2025 telah mencapai 529 poin (7,47%). Penurunan beruntun lima hari ini tercatat yang paling rendah terhitung sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia tahun 2020.
Baca Juga
Buka PTIJK 2025, OJK Paparkan 4 Arah Kebijakan Prioritas di Tahun Ini
Terkait koreksi indeks hari ini dipicu berlanjutnya penurunan sejumlah saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham BREN turun 8,27% menjadi Rp 6.100 dan saham CUAN turun lebih dalam sebanyak 13,22% menjadi Rp 7.875. Sedangkan tiga saham lainnya turun lebih rendah, seperti TPIA melemah 2,86% menjadi Rp 6.800, BRPT turun 2,45% menjadi Rp 795, dan PTRO melemah 3,44% menjadi Rp 3.370.
Secara sectoral, saham sektor infrastruktur jadi biang utama penekan IHSG setelah terjun 3,41%. Disusul saham sektor property 1,77%, sektor energi 1,93%, sektor material dasar 1,75%, sektor consumer non primer 1,12%, dan sekteor Kesehatan 1,17%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer primer dan teknologi.
4 Saham ARA
Meski IHSG anjlok parah, empat saham berikut justru berhasil pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Arthavest Tbk (ARTA) naik 25% menjadi Rp 2.900, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 24,84% menjadi Rp 402, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 24,71% menjadi Rp 1.085, dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,86% menjadi Rp 442.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) sebanyak 24% menjadi Rp 4.650 dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) menguat 14,87% menjadi Rp 1.120.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan torehan terdalam, yaitu saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Tanah Laut Tbk (INDX).
IHSG kemarin ditutup anjlok 94,44 (1,40%) turun menjadi 6.648,14, bahkan sempat sentuh level terendah dalam 1,5 tahun terakhir di bawah level 6.600. Pemodal asing masih catatakan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 921,06 miliar didominasi saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) Rp 189,61 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 150,99 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 2,43%, sektor industry 1,27%, sektor keuangan 1,29%, sektor property 1,22%, dan sektor consumer 0,75%. Sebaliknya satu-satunya sektor dengan penguatan adalah sektor material dasar 0,15% dan kesehatan 0,2%.
Baca Juga
Pencapaian di Bawah Ekspektasi, Target Kinerja dan Saham Indosat (ISAT) Dipangkas
Meski indeks melemah, empat saham catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 595, PT Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 25% menjadi Rp 975, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 550, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 24,70% menjadi Rp 1.565.
Penguatan juga melanda saham berikut PT Tanah Laut Tbk (INDX) sebanyak 30,95% menjadi Rp 110, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 21,18% menjadi Rp 3.490, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 16,10% menjadi Rp 685.

