Saham GOTO dan ARTO Makin Parah, IHSG Kian Sulit untuk Bangkit
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) anjlok bersamaan ke level terendah baru. Penurunan harga kedua saham ini berbanding terbalik dengan perdagangan saham sektornya yang relatif stabil sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/10/2023).
Berdasarkan data BEI, saham GOTO anjlok sebanyak Rp 6 (7,59%) menjadi Rp 73 ke level penutupan terendah sepanjang masa, bahkan saham ini sempat anjlok menyentuh level Rp 71. Penurunan dalam saham GOTO setelah merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak 17,04 miliar dituntaskan yang akan dibeli oleh IFC.
Baca Juga
Penurunan dalam tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham GOTO berangsurangsur anjlok menjadi Rp 86,45 triliun, nilai tersebut turun tajam dari market cap awal listing perdana lebih dari Rp 400 triliun. Dengan demikian nilai saham GOTO telah menguap lebih dari Rp 313 triliun kurang dari 18 bulan ini.
Tak jauh mengenaskan juga dialami saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Saham ini anjlok Rp 100 (5,35%) menjadi Rp 1.770 pada penutupan perdagangan hari ini. Harga tersebut merupakan harga terendah ARTO sejak Jerry Ng dan investor lainnya resmi mencaplok saham ARTO. Saat ini, market cap ARTO tertinggal Rp 24,52 triliun atau kian jauh ditinggalkan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dengan market cap Rp 28,68 triliun.
Baca Juga
Saat IHSG Naik Tipis, Pemodal Asing Borong Saham Tiga Bank Besar Ini
Sebagaimana diketahui PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui anak usahanya PT Dompet Karya Anak Bangsa tercatat seabgai pemegang 21,40% saham ARTO. Sedangkan sisanya dikuasai PT Metamorfosis, Wealth Track Technology, dan GIC Private Ltd.
Tekan IHSG
Penurunan harga saham GOTO dan ARTO juga membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sulit bangkit sepanjang tahun ini. Berdasarkan data, penurunan saham GOTO berkontribusi 42,40 poin sebagai pemerat laju IHSG sepanjang tahun ini. Hal ini terjadi setelah saham tersebut melemah hingga 19,8% sepanjang 2023 berjalan.
Baca Juga
Penurunan Makin Dalam, Saham Bank Jago (ARTO) Jatuh ke Level Terendah Baru
Sedangkan saham ARTO berkontribusi sebanyak 19,23 poin terhada penurunan indeks sepanjang 2023 berjalan. Hal ini dipicu atas anjloknya saham ARTO sebanyak 52,4% terhitung sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan hari ini atau year to date.

