Penurunan Saham GOTO Tambah Parah, Level ‘Gocap’ Kian Dekat
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali terjerembab ke level intraday terendah sepanjang masa pada pagi ini, Senin (16/10/2023). Penurunan tersebut memperkuat peluang saham ini menuju level ‘gocap’ ke depan.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO dibuka turun di level Rp 66. Sedangakn level pergerakan terendah berada di rentang Rp 62 per saham. Hingga pukul 09.35 WIB, saham GOTO turun Rp 5 (7,97%) menjadi Rp 62.
Bahkan dibandingkan dengan emiten teknologi besar lainnya, seperti PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hanya turun tipis Rp 2 (0,97%) menjadi Rp 204. Sedangakan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) bergerak stagnan di level Rp 252 per saham.
Sepanjang pekan lalu, saham GOTO terjerembab sebanyak 20,23% ke terendah baru sepanjang masa level Rp 67. Penurunan saham ini kian menjadi-jadi setelah private placement sebanyak 17,04 miliar saham dituntaskan.
Tak hanya itu, saham GOTO satu dari lima saham yang mencatatkan penjualan bersih terbanyak oleh pemodal asing. Total net sell saham ini mencapai Rp 105,15 miliar sepanjang hari ini.
Selain itu, berlanjutnya penurunah harga saham, GOTO berpotensi berdampak negatif terhadap laporan kinerja keuangan tahun ini. Pasalnya, terbuka peluang perseroan kembali mencatatkan penurunan nilai good will akibat harga sahamnya sudah jauh di bawah harga penutupan akhir tahun lalu.
Kondisi serupa pernah dilakukan GOTO dalam laporan keuangan tahunan 2022 dengan mencatatkan penurunan nilai good will senilai Rp 11 triliun. Saat itu disebutkan penurunan akibat adanya kerugian investasi dan penurunan valuasi saham GOTO. Kerugian tersebut memicu peningkatan rugi bersih GOTO tahun 2022 dari Rp 25,9 triliun menjadi Rp 40,4 triliun.

