Ditutup ke Level Terendah Baru Sepanjang Masa, Akankah Saham GOTO Menuju “Gocap”?
JAKARTA, Inverstortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya ditutup ke level terendah baru sepanjang masa. Level tersebut dicapai setelah perseroan menuntaskan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terleebih dahulu (HMETD). Apakah penurunan saham ini bakal berlanjut ke level Rp 50?
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/10/2023), saham GOTO ditutup terhempas Rp 3 (3,66%) menjadi Rp 79. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 79-82. Dengan penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) GOTO kini tertinggal Rp 93,56 triliun.
Baca Juga
IHSG Menguat, Enam Saham Cetak ARA Mulai dari CITY hingga BREN
Saham GOTO juga telah menjadi satu dari beberapa saham pemberat utama indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini dipicu berlanjutnya penurunan harga. Penurunan saham GOTO juga telah menjadi beban pemberat utama saham sektor teknologi.
GOTO menggelar listing perdana di BEI pada 11 April 2022 dengan harga pelaksanaan Rp 338 per saham. Saat liting perdana, kapitalisasi pasar saham GOTO menyentuh lebih dari Rp 400 triliun. Bahkan, saham GOTO di pekan pertama transaksi saham di BEI sempat menyentuh level tertinggi intraday Rp 442 hingga membuatnya menjadi emiten dengan market cap terbesar kedua saat itu.
Namun setelah penguatan harga tersebut, saham GOTO tak pernah lagi kembali ke level IPO saham. Bahkan, sejak September 2023, saham ini bermain di bawah level Rp 300. Bahkan, sepanjang tahun ini, saham GOTO praktis bergerak di bawah level Rp 200 dan sejak 9 Agustus 2023 pergerakan saham ini berada di bawah level Rp 100 per saham.
Baca Juga
Manajemen GOTO sebelumnya mengumumkan telah menerbitkan sebanyak 17,04 miliar saham GOTO seri A. Dengan penerbitan saham tersebut, total saham GOTO bertambah dari 1,18 triliun menjadi 1,20 triliun saham.
Saham yang diterbitkan akan dilepas kepada IFC dengan harga pelaksanaan Rp 90. IFC akan mengambil saham tersebut melalui mekanisme berinvestasi sekitar US$125 juta kepada Bhinneka dan senilai US$ 25 juta melalui firma investasi privat Franke & Co.

