Saham Bank Digital Berguguran di September, Bank Jago (ARTO) Parah!
JAKARTA, Investortrust.id – Pergerakan harga saham empat bank digital papan atas ini kembali melempem sepanjang September 2023. Sedangkan penurunan terdalam melanda saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Koreksi saham bank digital dipengaruhi faktor global dan perlambatan kinerja emitennya.
Keempat saham bank digital tersebut terdiri atas saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Neo commerce TBk (BBYB), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).
Baca Juga
Kolaborasi blu by BCA Digital dan Talenta Nusantara Ciptakan Generasi Pintar Finansial
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan paling dalam melanda saham ARTO sebanyak 12,87% dari level penutupan akhir Agustus 2023 Rp 2.330 menjadi Rp 2.030 pada penutupan perdagangan saham Rabu (27/9/2023).
Penurunan serupa juga melanda saham AGRO melempem dari penutupan akhir Agustus 2023 senilai Rp 350 menjadi Rp 308 pada penutupan perdagangan hari ini. Dengan demikian saham bank digital milik BRI ini telah terkoreksi 12%.
Baca Juga
BEI Catat Net Sell Rp 228 Miliar, Namun Asing Tetap Gencar Koleksi Saham BMRI dan BBNI
Koreksi harga berikutnya melanda saham BBYB dari Rp 344 pada penutupan akhir Agustus 2023 menjadi Rp 308 pada penutupan hari ini. Saham bank digital yang satu ini telah merosot sebanyak 10,46%.
Sedangkan penurunan terendah melanda saham BBHI dari Rp 1.630 menjadi Rp 1.505 sepanjang September 2023 berjalan atau hanya merosot sebanyak 7,66%.
Di Bawah Ekspektasi
Terkait prospek saham bank besutan Jerry Ng (ARTO) ini, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan, Bank Jago menunjukkan kinerja yang mengecewakan hingga Agustus 2023. Laba bersih hanya bertumbuh 29% menjadi Rp 47 miliar. Angka tersebut hanya merefleksikan 33% dari target tahun ini dan merefleksikan 43% dari target konsensus analis.
Baca Juga
Mandiri Sekuritas menyebutkan Bank Jago juga menunjukkan penurunan penyaluran kredit pada Agustus 2023. Hal ini juga membuat PPOP bulanan turun. Perseroan juga menunjukkan penurunan NIM menjadi 10,2%, dibandingkan periode sama tahun lalu 10,4%.
Performa yang belum sesuai target tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merekomendasikan hold saham ARTO dengan target harga Rp 2.000. Target tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan saham ARTO hari ini level Rp 2.030.

