Rayakan 5 Tahun Aplikasi Jago, Bank Jago (ARTO) Rilis Fitur Integrasi Portofolio Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) menandai lima tahun perjalanan Aplikasi Jago sejak April 2021 dengan memperkuat posisinya sebagai pelopor seni menempatkan uang dan mengelola investasi. Di lima tahun perjalanan Aplikasi Jago, Bank Jago menghadirkan tampilan terintegrasi yang memungkinkan nasabah melihat seluruh portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform ke dalam satu tab di Aplikasi Jago dan terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta platform investasi dari mitra ekosistem digital yang sudah ada, seperti Bibit dan Stockbit.
Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso mengungkapkan, dengan minat investasi masyarakat Indonesia yang meningkat dan bervariasi, Bank Jago juga melihat kebutuhan nasabah untuk melihat semua rincian portofolio investasi dalam satu tampilan. Untuk itu, Bank Jago memperkenalkan fitur terbaru bernama Portofolio Investasi tersebut.
“Sama halnya dengan seni menempatkan uang, seni berinvestasi bukan hanya tentang memilih instrumen investasi yang tepat tetapi juga memahami seluruh portofolio investasi yang kita miliki," ujar Irene dalam acara Forum Jurnalis Jagoan - Media Wellness Experience di Roemah Koffie Gunawarman, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Irene menjelaskan, tantangan yang dihadapi pengguna saat ini bukan lagi pada terbatasnya pilihan instrumen investasi, melainkan informasi aset investasi yang tersebar dan tidak saling terhubung. Sehingga, nasabah berpotensi mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.
Lebih lanjut, Irene menyebut, penyempurnaan Aplikasi Jago ini sejalan dengan aspirasi Bank Jago untuk meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan. Ini juga merupakan komitmen Bank Jago untuk mendampingi penggunanya di setiap tahap perjalanan finansial, mulai dari mengelola kebutuhan sehari-hari, menempatkan uang sesuai tujuan, hingga menumbuhkan keuangan melalui instrumen investasi dalam satu aplikasi yang terintegrasi dalam ekosistem keuangan digital.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Bukukan Laba Rp 276 Miliar, Naik 115% Sepanjang 2025
"Aplikasi Jago terus berkembang, dari aplikasi perbankan digital untuk menabung dan bertransaksi menjadi tempat untuk menempatkan dan menumbuhkan aset secara lebih menyeluruh, dalam satu perjalanan finansial yang terintegrasi," ungkap Irene.
Sejak awal, Aplikasi Jago menghadirkan fitur Kantong untuk memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai tujuan. Pendekatan ini terinspirasi dari kearifan lokal atau kebiasaan lama masyarakat Indonesia dalam memisahkan uang ke dalam berbagai wadah, seperti amplop atau tempat penyimpanan sederhana berdasarkan kebutuhan.
“Cara mengatur uang ini terbukti efektif mendorong pengguna Aplikasi Jago menjadi lebih disiplin dalam menempatkan uang dan mencapai tujuan keuangannya,” kata Irene.
Sampai Maret 2026, ada sekitar 43,2 juta Kantong yang telah digunakan oleh 15,2 juta pengguna. Setiap pengguna rata-rata hampir memiliki 3 Kantong khusus. Dari berbagai jenis fitur yang tersedia, Kantong Pengeluaran menjadi yang paling banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan harian, seperti makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lain.
Selain itu pengguna memanfaatkan Kantong untuk membayar tagihan, kebutuhan bisnis, hingga alokasi dana musiman, seperti Tunjangan Hari Raya (THR), Lebaran, dan kurban. Untuk mengoptimalkan pengelolaan dan perencanaan keuangan, Aplikasi Jago menyediakan fitur Analisis Pengeluaran yang memuat semua rincian pemasukan dan pengeluaran yang telah dikategorikan.
Dengan dukungan teknologi machine learning, Aplikasi Jago secara otomatis mengelompokkan setiap transaksi sekaligus tetap memungkinkan nasabah menyesuaikan kategori sesuai kebutuhan. Ini membantu mereka memahami pos pengeluaran terbesar dan mengontrol keuangan dengan lebih baik.
Seiring meningkatnya kebutuhan dan literasi nasabah dalam pengelolaan keuangan, Bank Jago mencermati pengguna Aplikasi Jago semakin aktif berinvestasi. Hal ini tercermin dari pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra Bibit dan Stockbit yang terus meningkat sebesar 38,2% secara tahunan per 31 Desember 2025. Dari porsinya, reksa dana menjadi pilihan investasi terbesar, yaitu sebesar 44%, disusul saham sebesar 42%, dan obligasi 14%.
“Minat investasi yang meningkat di pasar saham juga terlihat dari pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025,” ucap Irene.
Seni Pengelolaan Keuangan
Di sisi lain, Bank Jago menyatakan bahwa kampanye bertajuk "Seni Menempatkan Uang" sebagai langkah untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap pengelolaan finansial. Melalui kampanye ini, Bank Jago ingin menekankan bahwa aktivitas keuangan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah seni yang sangat personal bagi setiap individu.
Brand & Strategy Lead Bank Jago Aprilia Safitri mengatakan bahwa kampanye ini hadir untuk mengajak masyarakat Indonesia melihat sisi lain dari pengelolaan uang dan investasi. Menurutnya, setiap orang memiliki pendekatan yang unik dalam mengatur aset mereka, tergantung pada latar belakang dan tujuan hidup masing-masing.
"Jadi sebenarnya seni menempatkan uang ini adalah sebuah kampanye dari Bank Jago untuk mengajak masyarakat Indonesia melihat bahwa aktivitas finansial, pengelolaan uang, dan investasi itu bukan hanya sekadar aktivitas finansial gitu, tapi di dalamnya itu mengandung sebuah seni. Kenapa seni? Karena kita percaya bahwa cara masing-masing individu itu dalam mengelola keuangannya itu berbeda," jelas Aprilia.
Baca Juga
Perkuat Inklusi Syariah, UUS Bank Jago Andalkan Digitalisasi dan Ekosistem Halal
Lebih jauh, Aprilia memberikan gambaran konkret mengenai penerapan konsep seni ini dalam fitur perbankan digital. Ia menyoroti bagaimana perbedaan kebutuhan dan profil risiko akan membentuk komposisi keuangan yang tidak seragam antara satu nasabah dengan nasabah lainnya.
"Kayak mungkin teman-teman yang sudah pakai Jago, saya yakin kantong-kantong kita komposisinya tuh berbeda karena memang kebutuhannya berbeda, goals-nya berbeda, apalagi terkait investasi. Investasi sendiri itu profil risikonya juga berbeda-beda. Nah, di situlah seninya bagaimana kita menempatkan uang sesuai dengan kebutuhan, goals, dan profil risiko kita," ucapnya.
Aprilia juga menekankan pentingnya keterkaitan antara pengelolaan uang dengan kesejahteraan atau wellness. Menurutnya, keputusan investasi yang tepat berkontribusi besar pada keseimbangan hidup. Prinsip diversifikasi menjadi kunci utama agar pertumbuhan aset tetap terjaga sesuai dengan batas toleransi risiko masing-masing orang.
"Hubungan sama wellness-nya. Kita di Jago tuh melihat ketika kita memilih investasi itu bukan hanya sekadar tentang angka, tapi di dalamnya juga terkandung dengan well-being, keseimbangan. Dan ini sebenarnya prinsip yang sangat penting, tadi Mbak Irene juga udah mention soal diversifikasi. Bagaimana seni kita menempatkan uang kita pada instrumen-instrumen investasi yang berbeda gitu, jadi tidak hanya di satu tempat. Dan di dalamnya juga terkandung dengan pengelolaan risiko sehingga uang kita bisa bertumbuh lebih baik gitu tergantung dengan profil risikonya," pungkas Aprilia.

