Pengguna Aplikasi Jago Tumbuh 76%, DPK ARTO Terkerek 41%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) berjasil menggaet sekitar 9 juta nasabah hingga kuartal III-2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,4 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
Jumlah pengguna Aplikasi Jago bertambah 3,2 juta orang atau tumbuh 76% dibandingkan dengan posisi yang sama pada kuartal III-2022, sebanyak 4,2 juta nasabah.
“Pertumbuhan jumlah nasabah dan DPK menunjukkan hasil dari komitmen Bank Jago untuk terus berinovasi serta memperkuat kolaborasi dengan ekosistem digital,” ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung.
Seiring pertumbuhan jumlah nasabah, bank yang mengusung model bisnis kolaborasi dengan ekosistem digital mampu mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir September 2023, DPK Bank Jago mencapai Rp10,3 triliun, tumbuh 41% dibandingkan posisi September 2022 sebesar Rp7,3 triliun.
Sementara itu, current account saving account (CASA) mendominasi komposisi DPK sebesar 73%, sedangkan sisanya merupakan deposito sebesar 27%.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Manfaatkan Gopay Tabungan untuk Tingkatkan Likuiditas
Sejak Oktober 2023 ini, Bank Jago berkolaborasi dengan GoPay, bagian dari GoTo Financial, meluncurkan GoPay Tabungan by Jago. Ini merupakan produk rekening tabungan untuk transaksi sehari-hari yang bisa diakses melalui Aplikasi GoPay dan Gojek.
GoPay Tabungan by Jago menjadi kelanjutan kolaborasi strategis antara Bank Jago dengan GoPay. Produk tabungan yang tertanam dalam ekosistem GoTo akan menjadi kunci dalam mengakselerasi inklusi keuangan melalui kepemilikan rekening tabungan serta meningkatkan lebih banyak jumlah nasabah dan DPK bank.
“Sejak awal ekosistem GoTo merupakan mitra strategis Bank Jago, terlebih dengan integrasi Aplikasi Jago dengan Aplikasi Gojek, GoPay, dan GoBiz. Kolaborasi ini menjadi pintu masuk masyarakat untuk mengakses produk dan layanan perbankan,” ungkap Arief.
Di sisi lain Bank Jago membukukan penyaluran kredit Rp10,9 triliun atau tumbuh 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,2 triliun. Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dan terukur yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 1,2%.
Baca Juga
Jago (ARTO) dan GoPay Siap Rilis Inovasi Baru, Diprediksi Jadi Titik Balik
“Dalam penyaluran kredit, kami masih mengutamakan kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Namun yang terpenting, kami mampu menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat dengan memperhatikan potensi risiko yang ada,” tegas Arief.
Kinerja positif penyaluran kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,2 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Jumlah ini meningkat 23% dibandingkan dengan perolehan Rp984 miliar di triwulan yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif, Bank Jago berhasil membukukan laba bersih (net profit after tax) sebesar Rp50 miliar, meningkat 24% dari laba bersih Rp41 miliar per September 2022.
Baca Juga
GoTo dan Bank Jago Luncurkan GoPay Tabungan, Apa Kelebihannya?
