Sejumlah Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini Ternyata Anjlok lebih dari 42% Ytd, BRPT dan CUAN Paling Parah
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat sebagai saham emiten Prajogo Pangestu yang paling 'boncos' sepanjang tahun 2024 berjalan atau year to date (Ytd). Sebaliknya saham PT Petrosea Tbk (PTRO) tercatat sebagai saham yang dikendalikan Prajogo dengan penguatan harga paling mengesankan.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CUAN tercatat menorehkan penurunan mencapai 44,01% ytd. Sedangkan pelemahan saham BRPT telah mencapai 42,15% sepanjang ytd atau terhitung sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/11/2024). Sedangkan penurunan paling rendah dicatatkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencapai 13,82% ytd.
Baca Juga
Barito Pacific (BRPT) Laporkan Rating Obligasi idA+, tapi Sahamnya Anjlok dalam Setahun
Sebaliknya dua saham emiten lainnya yang dikendalikan Prajogo yang masih berhasil torehkan penguatan, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan kenaikan harga lebih dari 232% dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan penguatan 13,16%.
Bahkan, berdasarkan data BEI, saham BRPT telah mencapai level terendah barunya dalam 15 bulan terakhir. Harga penutupan terendah sebelumnya saham ini terjadi pada 10 Agustus 2023 dengan harga Rp 778,75 per saham.
Tak hanya itu, data BEI mengungkap, saham BRPT, BREN, dan CUAN masuk dalam daftar top 10 laggards terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) ytd. Saham BRPT berkontribusi sebanyak 33,62 poin terhadap pelemahan indeks, saham BREN berkontribusi sebanyak 31,09 poin terhadap pelemahan indeks, dan saham CUAN berkontribusi sebanyak 27,43 poin terhadap penurunan IHSG.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Prajogo Pangestu bertindak sebagai pemegang mayoritas dengan kepemilikan 71,31% saham BRPT. Prajogo juga tercatat sebagai pemegang 84,96% saham CUAN.
Kinerja Anjlok
Sementara itu, kinerja keuangan BRPT mengalami penurunan drastic hingga kuartal III-2024. Pelemahan ini sejalan dengan penurunan kinerja anak usahanya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Pendapatan konsolidasi perseroan anjlok sebanyak 21% menjadi US$ 1,67 miliar hingga kuartal III-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,11 miliar. Penurunan tersebut berdampak terhadap pelemahan laba periode berjalan BRPT dari US$ 96,77 juta menjadi US$ 60,87 juta.
Sejalan dengan penurunan pendapatan hingga laba periode berjalan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 35,58 juta menjadi US$ 26,80 juta. Penurunan tersebut memicu laba per saham dasar perseroan turun drastis.
Baca Juga
Petrindo Jaya (CUAN) Cairkan Fasilitas Pinjaman Rp 700 Miliar, Manajemen Ungkap Penggunaannya
Sebaliknya, Petrindo Jaya (CUAN), emiten tambang batu bara yang dikendalikan Prajogo Pangestu, membukukan lompatan pendapatan menjadi US$ 546,05 juta hingga kaurtal III-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 76,61 juta.
Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap kenaikan laba bruto dari US$ 40,84 juta menjadi US$ 109,66 juta. Laba usaha juga melesat dari US$ 13,74 juta menjadi US$ 70,79 juta hingga September 2024.
Kenaikan ini menopang lonjakan laba periode berjalan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini dari US$ 11,01 juta menjadi US$ 34,99 juta hingga kuartal III-2024.
Grafik Saham Emiten Prajogo ytd

