IHSG Ditutup Berbalik Naik, Saham PALM, PTRO, dan KAEF Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/12/2023), berbalik menguat tipis 7,26 poin (0,10%) ke level tertinggi baru tahun ini menjadi 7.100,86. IHSG berhasil berbalik menguat, meski sepanjang hari bergerak di zona merah.
Indeks bergerak dalam rentang 7.047,63-7.117,58 dengan nilai transaksi Rp 10,61 triliun. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks LQ45 sebanyak 0,06%.
Baca Juga
Restrukturisasi Berlanjut, Bakrie & Brothers (BNBR) Mulai Menuai Hasil
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, yaitu saham sektor Kesehatan 2,32%, sektor material dasar 0,69%, sektor consumer non primer 0,49%, sektor infrastruktur 0,16%, dan sektor keuangan 0,09%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi 2,20%, sektor transportasi 0,56%, sektor konsumer primer 0,82%, sektor energi 0,04%, dan sektor properti 0,04%.
Walaupun IHSG melemah, keempat saham ini mencatatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp 1.050 (25%) menjadi Rp 5.250, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) dengan penguatan Rp 107 (25%) menjadi Rp 535, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melesat Rp 205 (24,55%) menjadi Rp 1.040, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik Rp 215 (24,71%) menjadi Rp 1.085.
Baca Juga
Kemenko Perekonomian Sebut Nilai Ekonomi Digital RI Bisa Tembus US$ 109 Miliar Tahun 2025
Penguatan juga melanda saham PT Phapros Tbk (PEHA) melesat Rp 120 (20,51%) menjadi Rp 705 dan PT Royal Prima Tbk (PRIM) naik Rp 16 (20,25%) menjadi Rp 95.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT PT Sekar Laut Tbk (SKLT), PT Berlina Tbk (BRNA), PT Gajal Tunggal Tbk (GJTL), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT).
IHSG kemarin ditutup naik sebanyak 33,69 poin (0,48%) ke level tertinggi baru tahun ini 7.093,60.Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 662,88 miliar.

