IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Turun, Sebaliknya 4 Saham Ini justru Berbalik ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (13/1/2026), berbalik melemah tipis 0,1 poin menjadi 8.884. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang ditutup menguat.
Pelemahan tersebut juga berbanding terbalik dengan pergerakan intraday yang sempat menguat pesat hingga mencapai level 8.956. Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan saham sektor konsumer primer 1,89%, sektor energi 1,17%, sektor infrastruktur 0,21%, dan sektor teknologi 0,08%.
Baca Juga
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham IFSH naik 25% menjadi Rp 2.100, SOTS melesat 24,84% menjadi Rp 4.020, INDS naik 24,72% menjadi Rp 444, dan SOHO naik 24,76% menjadi Rp 2.580. Kenaikan juga melanda saham NICK lebih dari 23,46% menjadi Rp 1.515.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 52,03 poin (0,58%) menjadi 8.884, meski demikian pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 101,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBRI Rp 234,56 miliar, ANTM senilai Rp 215,61 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 159,26 miliar.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya saham BREN melemah 5,01%, PTRO turun 6,43%, BRPT turun 7,10%, TPIA melemah 3,35%, dan AMMN melemah 2,76%.
Baca Juga
JTPE Bidik Pertumbuhan Penjualan Dua Digit di 2026, Topang Ekspansi Segmen Sekuriti & RFID
Meski indeks anjlok sebanyak tujuh saham berikut catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham MSKY menguat 34,88% menjadi Rp 116, DKHH naik 34,83% menjadi Rp 120, KPIG menguat 25% menjadi Rp 280.
ARA juga melanda saham SOHO naik 24,85% menjadi Rp 2.060, GULA naik 24,84% menjadi Rp 382, ATAP naik 24,59% menjadi Rp 760, dan INDS menguat 24,48% menjadi menguat 24,48% menjadi Rp 356.
