IHSG Sesi I Terkoreksi, Saham PTRO dan PALM Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (5/12/2023), ditutup terkoreksi 28,5 poin (0,40%) menjadi 7.065,10. IHSG bergerak dalam rentang 7.053,60-7.093,06 dengan nilai transaksi Rp 6,01 triliun.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, yaitu saham sektor teknologi 2,63%, sektor konsumer primer 0,79%, sektor industri 0,62%, sektor industry 0,62%, dan sektor keuangan 0,15%.
Baca Juga
Prajogo Tempatkan Direksi dan Komisaris, Saham Petrosea (PTRO) Terbang ARA
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor Kesehatan 1,94%, sektor properti 0,28%, sektor material dasar 0,22%, sektor infrastruktur 0,47%, dan sektor transportasi 0,22%.
Walau IHSG melemah, kedua saham ini mencatatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp 1.050 (25%) menjadi Rp 5.250 dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) dengan penguatan Rp 107 (25%) menjadi Rp 535 didukung rencana penerbitan saham baru yang diumumkan kemarin.
Penguatan juga melanda saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp 160 (19,16%) menjadi Rp 995, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) naik Rp 100 (18,69%) menjadi Rp 635, dan PT Phapros Tbk (PEHA) melesat Rp 75 (12,82%) menjadi Rp 660.
Baca Juga
Proyek Tol Trans Sumatera Tahap I Hampir Selesai, Panjang Tol Fungsional 43,7 Km
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT), PT Berlina Tbk (BRNA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Gajal Tunggal Tbk (GJTL), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM).
IHSG kemarin ditutup naik sebanyak 33,69 poin (0,48%) ke level tertinggi baru tahun ini 7.093,60.Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 662,88 miliar.

