IHSG Sesi I Terkoreksi 27 Poin, tapi Tiga Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (13/12/2024), kembali ditutup terkoreksi sebanyak 27,09 poin (0,37%) menjadi 7.367,15. Pergerakan indeks dalam rentang 7.345-7.399 dengan nilai transaksi Rp 3,81 triliun.
Pelemahan tersebut kembali terseret penurunan empat saham bank papan atas, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI lebih dari 1%. Sedangkan secara sektor, saham sektor material dasar 0,91%, sektor kesehatan 1,49%, sektor teknologi 0,85%, sektor consumer primer 0,74%, dan sektor property 0,74. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, keuangan, dan energi.
Baca Juga
Meski indeks ditutup terkoreksi, ketiga saham ini berhasil melambung hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,79% menjadi Rp 1.485, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) menguat 24,65% menjadi Rp 354, dan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) sebanyak 24,52% menjadi Rp 965.
Kenaikan juga melanda saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) sebanyak 18,95% menjadi Rp 452 dan PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) naik 15,09% menjadi Rp 610.
Sebaliknya koreksi paling dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE), PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), PT Manggung Polahraya Tbk (MANG), dan PT Kirana Megatara Tbk (KMTR).
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 70,51 poin (0,94%) menjadi 7.394,24. Pemodal asing mendadak realisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo senilai Rp 2,18 triliun, yaitu saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp 1,13 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 623,49 miliar.
Baca Juga
Koreksi kemarin dipicu atas aksi ambil untung (profit taking) usai ditutup melesat dalam empat hari beruntung. Pelemahan hari ini juga dipicu atas koreksi empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berkisar dari 2,4-3,84%. Sedangkan secara sectoral, saham sektor keuangan turun 1,41%, sektor kesehatan 1,37%, sektor property 0,75%, sektor infrastruktur 0,60%, dan sektor transportasi 1,71%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer, material dasar, dan energi.
Meski IHSG ditutup anjlok, dua saham ini berhasil torehkan penguatan auto reject atas (ARA), seperti PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melesat 25% menjadi Rp 775 dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 24,56% menjadi Rp 284.
Grafik IHSG

