IHSG Sesi I Terkoreksi 12 Poin, Tiga Saham Ini justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (12/6/2024), ditutup melemah 12,34 poin (0,18%) menjadi 6.843,35. Pergearkan indeks berada dalam area 6.821-6.866 dengan nilai transaksi Rp 3,95 triliun.
Sedangkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang masih diperdagangan di papan pemantauan khusus dengan mekanisme transaksi full call auction (FCA) berhasil torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) Rp 725 (9,93%) menjadi Rp 8.025. Lompatan saham BREN tahan penurunan indeks lebih dalam.
Baca Juga
Ruang Pertumbuhan Kinerja masih Besar, Saham Midi Utama (MIDI) Jadi Pilihan
Sedangkan faktor utama peningkatan IHSG sesi I, yaitu saham sektor kesehatan 1,80%, sektor material dasar turun 1,40%, sektor transportasi 1%, sektor industir melemah 0,77%, dan sektor consumer primer turun 0,60%. Sebaliknya penguatan melanda saham infrastruktur 0,14%.
Meski IHSG terjerembab, saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) berhasil melesat hingga ARA Rp 45 (34,88%) menjadi Rp 174 dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) melesat hingga ARA Rp 25 (34,25%) menjadi Rp 98.
Saham lainnya dengan penguatan pesat, yaitu saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY) naik Rp 30 (17,75%) menjadi Rp 199, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik Rp 12 (16%) menjadi Rp 87, dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) menguat Rp 20 (9,80%) menjadi Rp 224.
Baca Juga
Jaga Ketahanan Energi, Produksi BBM Pertamina Penuhi 70% Kebutuhan Nasional
Sebaliknya penurunan dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) turun 22,97% menjadi Rp 228, PT Tira Austenite Tbk (TIRA) melemah 18,81% menjadi Rp 328, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) turun 13,56% menjadi Rp 51, PT Pelayaran National Bina Buana Tbk (BBRM) turun 12,28% menjadi Rp 50, dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) melemah 12% menjadi Rp 88.
IHSG kemarin ditutup amblas sebanyak 65,86 poin (0,95%) menjadi 6.855,69. Pemodal asing juga kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,17 triliun, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 289,89 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 238,44 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 153,43 miliar.

