IHSG Ditutup Terkoreksi Tipis, Tiga Saham Ini Justru Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/12/2023), ditutup terkoreksi sebanyak 10,05 poin (0,14%) menjadi 7.209,62. IHSG bergerak dalam rentang 7.173-7.229 dengan nilai transaksi Rp 8,07 triliun.
Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor kesehatan turun 1,27%, sektor energi terpangkas 0,45%, sektor material dasar 0,49%, sektor keuangan 0,42%, dan sektor teknologi 0,38%.
Baca Juga
Saham Indomobil (IMAS) dan Anak Usahanya (IMJS) Mendadak Terbang ARA, Isu Ini Pemicunya
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor transportasi 0,22%, sektor property 0,24%, dan sektor infrastruktur 0,10%.
Meski IHSG melemah, tiga saham berikut berhasil cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp 610 (24,90%) menjadi Rp 3.060, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik Rp 300 (24,69%) menjadi Tp 1.515, dan PT Indomobil Multi Jasa tbk (IMJAS) menguat Rp 66 (25%) menjadi Rp 330.
Penguatan juga melanda saham PT Humpuss Maritim Internasional tbk (HUMI) naik Rp 25 (17,12%) menjadi Rp 171 dan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) naik Rp 155 (15,66%) menjadi Rp 1.145.
Sebaliknya penurunan melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).
Baca Juga
Jelang Pergantian Tahun, Apindo Prediksi Inflasi Terjaga di Kisaran 3% pada 2024
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 31,82 poin (0,44%) ke level tertinggi baru dalam satu tahun terakhir 7.219,67. Pemodal asing lagi-lagi mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 556,08 miliar.
Sebaliknya bursa saham Wall Street ditutup anjlok setelah menguat berhari-hari. Penurunan terdalam melanda indeks Nasdaq sebanyak 1,50%, indeks Dow Jones melemah 1,27%, dan indeks S&P500 terkoreksi 1,47%.

