IHSG Anjlok 71 Poin, Tapi Saham Kesehatan Dipimpin KAEF dan IRRA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/12/2023), ditutup anjlok 71,47 poin (0,99%) menjadi 7.119,52. IHSG bergerak dalam rentang 7.092,03-7.192,89 dengan nilai transaksi Rp 11,16 triliun.
Koreksi indeks dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor sektor infrastruktur 2,61%, sektor teknologi 2,13%, sektor transportasi 1,55%, sektor keuangan 1,07%, dan sektor konsumer non primer 1,48%.
Baca Juga
Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,48%, sektor properti 0,24%, dan saham sektor konsumer primer 0,12%.
Meski IHSG terkoreksi, dua saham kesehatan ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp 250 (24,63%) menjadi Rp 1.265 dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) naik Rp 135 (24,55%) menjadi Rp 685.
Penguatan juga melanda saham PT Phapros Tbk (PEHA) naik Rp 90 (15,52%) menjadi Rp 670, saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) naik Rp 22 (14,97%) menjadi Rp 169, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) naik Rp 30 (11,63%) menjadi Rp 288.
Baca Juga
Memasuki Tahun 2014, Saham BTN (BBTN) Layak Jadi Pertimbangan
Sebaliknya penurunan dalam melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT Sumber Global Energy TbK (SGER), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Lippo General Insurance Tbk (LGPI).

