Parah! IHSG Terjun ke Bawah Level 6.473, Pemerintah Diminta Kendalikan Pasar Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sentuh level di bawah 6.500, tepatnya level 6.473 pada transaksi saham intraday sesi I, Kamis (27/2/2025). Indeks tersebut tercatat sebagai level terendah sejak 2 November 2021 atau tercatat terendah dalam 3,5 tahun terakhir.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan perdagangan saham hari ini, dimana indeks sempat menguat tipis. Pelemahan juga dipicu atas koreksi seluruh sektor saham dengan penyumbang terbesar penurunan berasal dari saham-saham kapitalisasi pasar besar, khususnya saham emiten BUMN.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jumbo, tapi Sahamnya Malah Turun
Penurunan indeks kian kencang setelah pemerintah secara resmi merilis Danatara dengan target mengelola dana senilai Rp 1.000 triliun. Penurunan juga melanda seluruh saham emiten Prajogo Pangestu. Di tengah penurunan dalam ini, sejumlah pihak meminta pemerintah turun tangan untuk mengendalikan aksi jual saham dalam beberapa pekan terakhir, termasuk massifnya net sell saham oleh investor asing.
Berdasarkan data perdagangan, sejumlah saham emiten BUMN yang dilanda aksi jual, seperti saham BBRI anjlok 4,71% menjadi Rp 3.650, saham BMRI turun 3,66% menjadi Rp 4.740, saham BBNI turun 2,76% menjadi Rp 4.230, dan BRIS anjlok sebanyak 6,62%.
Baca Juga
Indo Tambangraya (ITMG) Cetak Kenaikan Volume Penjualan Batubara di 2024, Bagaimana Labanya?
Koreksi IHSG sampai hari ini sudah lebih dari 7,43%, dibandingkan dengan posisi terendah IHSG pada akhir tahun lalu. Koreksi ini membuat kinerja IHSG masuk dalam daftar terburuk ketiga di Asia Pasifik. Sepanjang tahun lalu, kinerja IHSG juga merah dan tercatat sebagai yang terburuk di Asia Pasifik.

