Anjlok Parah, IHSG Terjun 210 Poin dalam 10 Menit Transaksi ke Bawah 7.000
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/3/2026), akhirnya terjun ke bawah 7.000. Dalam 10 menit transaksi berjalan, IHSG telah terjun 210 poin (2,94%) menjadi 6.926.
Rentang pergerakan 6.919-7.137 dengan nilai transaksi Rp 1,49 triliun. Dengan pencapaian tersebut, penurunan indeks tercatat yang paling dalam hari ini. Tekanan datang dari seluruh saham big cap, seperti DSSA, GGRM, BYAN, BREN, ITMG, TKIM, AADI, CBDK, PANI, MORA.
Baca Juga
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, terbesar seperti saham sektor energi, material dasar, konsumer non primer, konsumer primer, keuangan, kesehatan, property, teknologi, dan infrastruktur.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 448,47 poin (5,91%) ke terendah baru tahun 2026 level 7.137,21. Berlanjutnya pelemahan tersebut menjadikan total penurunan IHSG sepanjang 2026 berjalan telah mencapai 17,46%.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari ini, Ada Saham Boy Thohir
Penurunan tersebut lanjutkan pelemahan siginifikat atas IHSG sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 pada pekan sebelumnya. Penurunan beruntun tersebut menjadikan pelemahan indeks saham BEI yang paling dalam di dunia sepanjang year to date (ytd) dengan persentase pelemahan 17,46%.
Pemberat utama indeks pekan ini datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BREN yang anjlok 18,45%, AMMN turun 19,18%, DSSA melemah sebanyak 11,24%, BBRI turun 4,36%, dan TLKM anjlok lebih dari 6,9% pekan ini.
Selain mencatatkan penurunan dalam, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 1,56 triliun. Aksi asing ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,22 triliun.

