IHSG Dibuka Turun, Penurunan makin Parah dalam 5 Menit Transaksi hingga Anjlok 2%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026),dibuka turun 23,45 poin (0,28%) menjadi 8.306. Penurunan dipicu kejatuhan saham sektor material dasar dan sejalan dengan koreksi mayoritas pasar saham Asia.
Namun memasuki menit kelimar transaksi, penurunan indeks makin parah mencapai 210 (2,65%) menjadi 8.111.
Baca Juga
OPEC+ Pertahankan Produksi Minyak di Tengah Ketegangan AS-Iran
Pelemahan juga dipicu atas penurunan saham sektor industry, energi , consumer primer, teknologi, dan industry. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan dan consumer non primer.
Meski dibuka melemah, saham NZIA dibuka melesat 22% menjadi Rp 142, ASPI menguat 23,91% menjadi Rp 570, dan ESTI menguat 18% menjadi Rp 240.
Pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutupa njlok mencapai 621 poin (6,94%) menjadi 8.329. Koreksi tersebut menjadi penurunan mingguan IHSG BEI terparah dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, perdagangan saham sempat terkena trading halt selama dua hari beruntun.
Baca Juga
OJK Pastikan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal Tak Timbulkan Dampak Negatif
Penurunan tersebut membuat kapitalisasi pasar (market cap) BEI menguap Rp 1.197 triliun menjadi Rp 15.046 triliun hanya dalam sepekan. Tak hanya itu, pemodal asing terpantau merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo mencapai Rp 13,92 triliun pekan ini.
Adapun pada perdagangan akhir pekan, indeks berhasil rebound signifikan 97,41 poin (1,18%) menjadi 8.329. Meski demikian, net sell saham oleh pemodal asing masih gencar dengan total senilai Rp 1,5 triliun.

