IHSG Sesi I Terjun ke Bawah Level 7.200, tapi Saham JSPT dan DAAZ Tetap ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (15/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 77,78 poin (1,08%) menjadi 7.136,78. Pergerakannnya dalam rentang 7.122-7.241 dengan nilai transaksi Rp 5,13 triliun.
Berlanjutnya penurunan indeks tersebut dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi 2,04%, sektor material dasar 2,50%, sektor teknologi 1,60%, sektor consumer primer 1,25%, sektor property 1,29%, dan sektor keuangan 0,69%.
Baca Juga
Target Saham Jasa Marga (JSMR) Dipangkas, Sekuritas Ini Ungkap Pemicunya
Meski IHSG sesi I anjlok parah, dua saham ini bertahan auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 24,93% menjadi Rp 4.360 dan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menguat 24,77% menjadi Rp 2.670.
Penguatan juga melanda saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) sebanyak 31,96% menjadi Rp 256, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melesat 18,92% menjadi Rp 264, dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melesat 14,01% menjadi Rp 358.
Sebaliknya saham dengan penurunan parah, yaitu saham PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 94,11 poin (1,29%) menjadi 7.214,56 dengan penjualan bersih (net sell) saham berlanjut hingga Rp 795,34 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 28,29 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 127,37 miliar, dan PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 119,98 miliar.
Baca Juga
Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan III US$ 427,8 Miliar, Naik 8,3%
Koreksi indeks kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi 1,77%, material dasar 1,66%, sektor consumer primer 1,11%, sektor properti 1,78%, sektor kesehatan 1%, dan sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya saham sektor teknologi satu-satunya yang cetak kenaikan 1,27%.
Meski IHSG anjlok parah, lima saham ini justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 34,72% menjadi Rp 194 dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) menguat 34,52% menjadi Rp 226.
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melesat 24,78% menjadi Rp 2.140, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,43% menjadi Rp 1.095.
Grafik IHSG

