Valuasi IPO Saham Barito Renewables (BREN) di Atas PGEO, Pilih PGEO atau BREN?
JAKARTA, Investortrust.id – Valuasi harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) disebut lebih tinggi, dibandingkan rata-rata harga global dan pesaing terdekatnya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Barito Renewables (BREN) merupakan anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang memfokuskan keigatan pengembangan sektor energi panas bumi (geotermal) dengan kapasitas terpasang mencapai 885 MW.
Baca Juga
Industri Migas RI Terjepit Isu Geopolitik dan Perubahan Iklim
BRPT bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 66,67% saham. Artinya perusahaan ini dikendalikan langsung taipan Prajogo Pangestu pemegang mayoritas mencapai 71,179% saham BRPT.
“Dengan kisaran harga bookbuilding Rp 670-780 per saham, rentang valuasi BREN merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2023 sebesar 14.3x-16.1x, dengan asumsi EBITDA tahunan sebesar US$ 535 juta. Rentang valuasi tersebut 4% lebih tinggi dari rata-rata global dan regional dan 14% lebih premium dari pesaing terdekatnya PGEO,” tulis Analis Samuel Sekuritas Indonesia Laurencia Hiemas dan Muhammade Farras Farhan dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (20/9/2023).
Baca Juga
Jelang IPO Saham Barito Renewable, Target Harga Saham Barito (BRPT) Direvisi Naik
Berdasarkan perhitungan Samuel Sekuritas rata-rata EV/EBITDA perusahaan geothermal global berada dalam rentang 13,7 kali tahun ini dan diperkirakan menjadi 10,6 kali tahun 2024. Sedangkan perkiraan EV/EBITDA PGEO tahun ini berkisar 12,5 kali. Dengan demikian, valuasi PGEO masih lebih murah, dibandingkan BREN dengan perkiraan 14.3x-16.1x.

