Begini Hitungan Valuasi Saham Barito Renewables (BREN) Milik Prajogo Pangestu
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sedang menggelar bookbuilding atau masa penawaran awal saham dalam rangka initial public offering.
Bookbuilding yang berlangsung sejak 18 September hingga 25 September 2023 ini membandrol harga saham pada rentang Rp 670 – Rp 780.
Artinya BREN berpotensi meraup dana IPO sebesar Rp3,1-Rp3,7 triliun, dengan perkiraan kapitalisasi pasar Rp90– Rp105 triliun. Jumlah saham yang dilepas sebanyak 4,5 miliar saham (3,35% dari total sahamnya) ke publik.
Tim Riset PT Samuel Sekuritas menilai, prospek saham BREN memang menarik. Terlebih perusahaan ini merupakan pemain geotermal dengan kapasitas terbesar di Indonesia (total: 885 MW).
Diketahui saat ini minat terhadap sektor energi terbarukan cukup tinggi. Terlebih ada upaya pemerintah untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.
Baca Juga
Pulau Subur (PTPS) Gelar IPO, Harga Penawaran Saham Rp 198 – Rp 206
Meski punya prospek cerah, Samuel Sekuritas menilai harga saham yang dikisaran Rp670–Rp780 terbilang premium. Pada rentang itu saham BREN ditawarkan dengan valuasi 14,3-16,1x kali untuk proyeksi kinerja/EBITDA full year 2023.
Analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dan Laurencia Hiemas dalam risetnya mengasumsikan EBITDA perusahaan ini mencapai US$ 535 juta.
‘’Jadi rentang valuasi harga bookbuilding berada di angka 4% lebih tinggi dari rata-rata global dan regional, dan 14% lebih premium dibandingkan pesaing terdekatnya yakni PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO),’’ tulis Tim Samuel Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Rabu (20/9/2023).
Mengacu pada prospektus IPO, BREN akan menggunakan dana dari aksi korporasi ini untuk membayar utang kepada Bangkok Bank Public Company Limited dengan alokasi 71%, kemudian 30% untuk melunasi kewajiban pembayaran kepada Star Energy Oil and Gas Ltd. (SEOG), dan 10% sebagai modal kerja.
Baca Juga
Bookbuilding IPO, Logisticsplus (LOPI) Tawarkan Harga Rp 100 – Rp 150
Kendati valuasi cukup mahal, saham BREN cukup menarik untuk jangka panjang. Sebab perusahaan meiliki kapasitas operasional yang besar, kinerja keuangan juga diyakini kuat dan stabil.
Saat ini BREN memiliki beberapa kontrak penjualan jangka panjang dengan periode hingga 40 tahun. Terkait performanya, BREN membukukan pendapatan sebesar US$ 147,1 juta di kuartal I-2023 (+10% yoy), US$ 569,78 juta di 2022 (+6.03% yoy), dan US$ 537,36 juta (+3.2% yoy) di 2021, dengan margin EBITDA sebesar masing-masing 90,9%, 89,9%, dan 89,0%.
Ke depan, BREN akan fokus pada optimalisasi kapasitas panas bumi yang ada sambil menambah kapasitas baru, termasuk penambahan 15 MW di WKP Salak menggunakan teknologi binary pada akhir 2023 dan 23 MW di Wayang Windu Unit 3 pada 2026. Selain penambahan kapasitas WKP yang sudah ada, BREN juga tengah mematangkan rencana pembukaan 3 WKP baru.

