Melesat 1.166% Sejak IPO, Saham Barito Renewables (BREN) Disuspensi BEI
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dipicu atas lonjakan harga kumulatif dalam beberapa hari terakhir.
Penghentian sementara perdagangan saham Jumat (3/4/2024) bertujuan cooling down dalam rangka perlindungan investor. Penghentian sementara transaksi saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini dilakukan di pasar regular dan pasar tunai.
Baca Juga
Kendalikan Dua Emiten Terbesar di BEI, Saham Barito Pacific (BRPT) malah Anjlok, Ada Apa?
“Suspensi bertujuan untuk memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang investasinya di saham BREN,” tulis PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Donni Kusuma Permana dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A di Jakarta, hari ini.
Grafik Saham BREN Sepanjang Masa
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di BEI hari ini, saham BREN naik Rp 650 (7,05%) ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ ATH) ke Rp 9.875. Saham emiten Prajogo ini telah mencatatkan ATH dalam lima hari berturut-turut.
Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN meningkat menjadi Rp 1.321,13 triliun atau memperkuat posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI mengalahkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.177,27 triliun.
Baca Juga
BREN dan TPIA ATH, Prajogo Makin Tajir Rp 1.023 T dan Peringkat 25 Dunia
Berkat lompatan harga saham BREN bersamaan dengan penguatan empat saham emiten lain yang dikendalikan Prajogo Pangestu menjadikan total kekayaannya kian tebal. Berdasarkan data Forbes real time billionare, Kamis (2/5/2024), melesat sebanyak US$ 3,5 miliar menjadi US$ 63,2 miliar atau setara dengan Rp 1.023 triliun.
Kenaikan tersebut menjadikan Prajogo Pangestu sebagai orang terkaya peringkat 25 di dunia menggeser Charles Koch & Family asal Amerika Serikat (AS). Lompatan nilai kekayaan tersebut memperkuat posisi Prajogo Pangestu sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia Low Tuck Kwong di posisi kedua dengan nilai kekayaan US$ 25,8 miliar.
Melesat 11 Kali
Barito Renewables (BREN) resmi mencatatkan saham perdana di BEI pada 9 Oktober 2023 dengan harga penawaran Rp 780 per saham. Dengan demikian saham BREN telah melambung sebanyak 1.166% menjadi Rp 9.875 dalam kurun waktu 9 Oktober 2023 hingga 2 Mei 2024.
Kapitalisasi pasar BREN melesat dari Rp 104,35 triliun menjadi Rp 1.321,13 triliun dan menempatkannya sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar di BEI saat ini atau menumbangkan dominasi BBCA dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga
Laba Tumbuh 17,87%, Barito Renewables (BREN) Ungkap Target 2028
BREN merupakan emiten pembangkit panas bumi yang mayoritas sahamnya dikuasai Prajogo Pangestu melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menggenggam 64,666% saham BREN dan melalui perusahaan affiliasinya Green Era Energy Pte menguasai 23,60% saham BREN. Sedangkan pengendali utama BRPT adalah Prajogo Pangestu dengan kepemilikan 71,19% saham.

