Barito Renewables Siapkan IPO, Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Terbang ke Level Tertinggi Baru
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melesat sepanjang hari ini. Penguatan harga saham ini kian kencang setelah perusahaan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), merilis prospektus penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/9/2023), ditutup menguat Rp 185 (15,04%) menjadi Rp 1.415. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.240-1.425. Sedangkan nilai transaksi sahamnya juga melesat hingga mencapai 406,4 juta saham.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo Pangestu Terbang, Nilai Kekayaannya Melonjak
Meski harga saham PGEO telah melesat ke level tertinggi baru, Analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra tetap merekomendasikan beli saham ini dengan target harga masih menggiurkan.
Dia mengatakan, Pertamina Geothermal menyimpan potensi pertumbuhan pesat dalam jangka panjang. Hal ini didukung besarnya sumber daya panas bumi dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang dengan sumber energi ramah lingkungan.
Pertamina Geothermal (PGEO) merupakan perusahaan geothermal terdepan di Indonesia yang mengoperasikan 13 pembangkit listrik dengan kapasitas 1.877 MW. Kapasitas tersebut setara dengan 83% dari total kapasitas pembangkit listrik geothermal di Indonesia.
Baca Juga
Perusahaan Prajogo Pangestu Ini (BREN) Bidik Dana IPO Rp 3,51 T, Simak Keunggulan Bisnisnya
“Kami juga menilai bahwa PGEO sebagai anak usaha Pertamina memiliki positif unik untuk lebih unggul, karena induk usahanya unggul di industri minyak dan gas. Hal ini membuat perseroan bisa lebih unggul dengan perusahaan geothermal lainnya,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, kemarin.
Target Saham
Pertamina geothermal, terang dia, juga didukung besarnya sumber daya panas bumi di Indonesia yang siap dikembangkan. Apalagi pemerintah tengah gencar mendorong pengembangan sumber energi ramah lingkungan panas bumi ini dari sebelumnya batubara.
Kondisi tersebut merupakan potensi besar bagi perseroan untuk berkontribusi lebih besar lagi dalam pengembangan energi terbarukan dari pembangkit listrik batubara menjadi pembangkit listrik panas bumi. Apalagi Pertamina Geothermal memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah dan PT Pembangkit Listrik Negara (PLN).
Baca Juga
Target Harga Pertamina Geothermal (PGEO) masih Jumbo, Berikut Faktor Pendorongnya
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, Pertamina Geothermal didukung ekspansi luar negeri. Perseroan baru-baru ini telah membentuk kerjasama dengan AGIL untuk menjajaki pengembangan pembangkit listrik panas bumi di Africa.
Perseroan juga akan didukung sentimen positif pengoperasian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) binary organic rankine cycle pertama pada 2026-2027. Proyek ini akan menambah portofolio dan kemampuan perseroan dalam pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan ke depan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuitas merekomendasikan beli saham PGEO dengan target harga Rp 1.900. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2023 sekitar 13,4 kali. Harga saham PGEO saat ini dinilai masih undervalue, dibandingkan dengan prospek pertumbuhan dalam jangka panjang.

