IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 61 Poin, tapi Saham TRUS dan SSTM malah ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (12/12/2024), ditutup anjlok sebanyak 61,19 poin (0.82%) menjadi 7.403. Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah menguat dalam empat hari beruntun. Koreksi ini juga sesuai dengan perkiraan sejumlah analis pagi ini.
Koreksi tersebut dipengaruhi atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti sektor industry melemah 0,69%, sektor consumer non primer 0,59%, sektor infrastruktur 0,76%, sektor teknologi 1,04%, sektor keuangan 0,97%, dan sektor property 0,64%. Sebaliknya saham dengan penguatan adalah sektor consumer primer 0,23%.
Baca Juga
Inflasi AS Naik 2,7% per November 2024, Jadi Momen Positif Bagi Pasar Kripto?
Meski indeks ditutup melemah, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melesat 25% menjadi Rp 775 dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 24,56% menjadi Rp 284.
Kenaikan juga melanda saham PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) naik 22,41% menjadi Rp 284, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) naik 20,92% menjadi Rp 185, dan PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) menguat 9,73% menjadi Rp 124.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham lainnya, yaitu saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE).
IHSG kemarin ditutup naik 11,46 poin (0,15%) menjadi 7.464,75. Investor asing kembali melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 495,41 miliar, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 173 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 151,47 miliar, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 147,41 miliar.
Baca Juga
Bank BJB (BJBR) Bukukan Laba Rp 1,16 Triliun di Kuartal III-2024
Penguatan indeks kemarin didukung kenaikan beberapa sektor saham, seperti sektor property 1,49%, sektor energi 0,33%, sektor consumer primer 0,31%, sektor industry 0,04%, dan sektor infrastruktur 0,03%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor teknologi, transportasi, kesehatan, sektor consumer non primer, dan keuangan.
Di tengah lompatan tersebut, empat saham ini berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sunso Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 34,12% menjadi Rp 228, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) sebanyak 34,08% menjadi Rp 240, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,60% menjadi Rp 1.165, dan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) menguat 25% menjadi Rp 620.
Meski tidak ARA, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) naik 20% menjadi Rp 60. Penguatan pesat juga melanda saham emiten dengan kapitalisasi pasar besar saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ditutup naik 8,52% menjadi Rp 19.100, bahkan sempat sentuh rekor tertinggi Rp 19.650.
Grafik IHSG

