IHSG Sesi I Ditutup Melemah, Saham SSTM dan AADI Melesat hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (5/12/2024), ditutup melemah sebanyak 32,8 poin (0,45%) menjadi 7.293. Sedangkan saham pendapatan baru PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) justru cetak lonjakan harga hingga auto reject atas (ARA).
Pelemahan indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor keuangan 0,82%, sektor teknologi 0,28%, sektor industry 0,24%, sektor consumer non primer 0,12%, dan sektor consumer primer turun tipis. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property, infrastruktur, dan kesehatan.
Baca Juga
IPO PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ‘Oversubscribed’ 260,14 Kali
Di tengah pelemahn indeks, dua saham catatkan penguatan hingga ARA, yaitu saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) sebanyak 34,81% menjadi Rp 182 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 19,82% menjadi Rp 6.650.
Penguatan juga melanda saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) naik 29,31% menjadi Rp 150, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 23,77% menjadi Rp 1.510, dan PT Indi Straits Tbk (PTIS) naik 20,37% menjadi Rp 260.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Kirana Megatara Tbk (KMTR), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), dan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 130,74 poin (1,82%) menjadi 7.326,76. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 744,63 miliar di seluruh pasar, yaitu saham PT Nusantara Sawit Tbk (NSSS) Rp 325,28 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 129,23 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 111,41 miliar.
Baca Juga
Lonjakan indeks kemarin didukung penguatan pesat saham-saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu saham BREN naik sebanyak 9,93% menjadi Rp 7.475, TPIA menguat 8,60% menjadi Rp 7.575, BRPT menguat 6,94% menjadi Rp 925, CUAN naik 7,58% menjadi Rp 7.100, dan PTRO melesat 6,80% menjadi Rp 23.175.
Secara sektor, kenaikan IHSG didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham material dasar 3,39%, sektor infrastruktur 1,84%, sektor energi 1,36%, sektor consumer non primer naik 1,43%, dan sektor keuangan melesat 0,95%. Sebaliknya pelemahan hanya melanda saham sektor teknologi 0,70%.
Di tengah penguatan indeks, tiga saham torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) naik 35% menjadi Rp 162, PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 34,03% menjadi Rp 256, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) melesat 24,83% menjadi Rp 362.
Grafik IHSG

