IHSG Berakhir Melorot 1,15%, Tapi Lima Saham Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/4/2024), ditutup terkoreksi 83,75 poin (1,15%) menjadi 7.205,06. Pergerakan IHSG berada dalam rentang 7.137,46-7.95,00 dengan nilai transaksi Rp 10,26 triliun.
Penurunan indeks kian dalam setelah diumumkan inflasi yang berada di atas ekspektasi. Sedangkan sektor pemicu utama penurunan saham sektor keuangan sebanyak 2,70%, sektor kesehatan 1,56%, sektor konsumer non primer 1,01%, sektor teknologi 1,01%, dan sektor konsumer primer 0,90%. Sebaliknya sektor material dasar naik 0,36%.
Baca Juga
Genjot Kinerja Tahun 2024, Sunindo (SUNI) Siapkan Capex Rp 432 Miliar
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut cetak lompatan harga, seperti saham PT Wjiaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik Rp 15 (22,06%) menjadi Rp 83, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp 12 (21,43%) menjadi Rp 68, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) naik Rp 34 (18,28%) menjadi Rp 2020, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik Rp 30 (15,46%) menjadi Rp 224, dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) naik Rp 130 (10,36%) menjadi Rp 1.385.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Providen Investasi Bersama Tbk (PALM), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA).
Baca Juga
Pada perdagangan akhir pekan lalu, bursa Wall Street ditutup menguat dengan penguatan melanda Dow Jones 0,12% dan indeks S&P500 menguat 0,11%. Sebaliknya Nasdaq ditutup melemah 0,12%.
Sedangkan indeks BEI pada penutupan hari terakhir pekan lalu atau sebelum libur Paskah melemah 21,27 poin (0,25%) menjadi 7.288. Sebanyak 466 saham turun, 285 saham tidak mengalami perubahan harga, dan sebanyak 173 saham naik.
