Gara-Gara Unjuk Rasa ATH IHSG Berakhir, tapi Lima Saham Dipimpin JAWA dan TMPO Tetap ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/8/2024), ditutup anjlok sebanyak 65,91 poin (0,87%) menjadi 7.488,68. Indeks bergerak di zona merah sepanjang hari dalam rentang 7.460-7.554 dengan nilai transaksi Rp 10,92 triliun.
Koreksi ini mematahkan lompatan IHSG dalam empat hari terakhir dengan kenaikan cetak rekor tertinggi baru (all time hihg/ATH) tiga hari beruntun. Sebaliknya lima saham justru cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), saat indeks dilanda aksi ambil untung (profit taking) hari ini.
Baca Juga
Besok, Transaksi Saham MNC Land (KPIG) Dibuka dan Langsung Masuk Papan Pemantauan Khusus
Pelemahan IHSG dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti saham sektor keuangan 1,19%, sektor teknologi 1,40%, sektor konsumer primer 1,24%, sektor infrastruktur 1,50%, dan sektor transportasi 1,23%.
Meski IHSG dilanda penurunan dalam, lima saham ini justru catatkan penguatan hingga ARA, yaitu saham saham PT Jaya Agtra Wattie Tbk (JAWA) melesat Rp 30 (34,48%) menjadi Rp 117, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melesat Rp 32 (34,78%) menjadi Rp 124, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik Rp 17 (33,33%) menjadi Rp 68.
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Green Power Group Tbk (LABA) sebanyak Rp 108 (25%) menjadi Rp 540 dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) melesat Rp 230 (24,60%) menjadi Rp 1.165.
Baca Juga
Pagar Gedung DPR Jebol saat Massa Aksi Tolak RUU Pilkada Coba Masuk
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), dan PT Akora Hydro Tbk (ARKO).
Penurunan indeks dipengaruhi situasi Jakarta yang tengah dilanda unjuk rasa besar-besaran setelah DPR berniat merevisi UU Pilkada dengan mengabaikan keputusan Makamah Konstitusi (MK). Penurunan indeks berbanding terbalik dengan Nikkei dan Hang Seng yang justru melesat.
Grafik IHSG

