IHSG Sesi I Akhirnya Turun Usai Cetak Rekor Tiga Hari Beruntun, Tapi Saham JAWA, TMPO, dan LABA Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Usai mencatatkan level tertinggi baru (all time high/ATH) sepanjang tiga hari beruntun, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/8/2024), akhirnya dilanda aksi ambil untung (protif taking) pada penutupan sesi I.
IHSG sesi I ditutup melemah 43,3 poin (0,57%) menjadi 7.511,29. Pergerakan indeks dalam rentang 7.479-7.554 dengan gerak di zona merah sespanjang sesi dan nilai transaksi meningkat menjadi Rp 5,15 triliun.
Baca Juga
Terlalu Murah! Target Harga Saham Astra (ASII) Direvisi Naik
Penurunan indeks dipengaruhi atas pelemahan mayoritas setkor saham, seperti saham infrastruktur, sektor teknologi, sektor konsumer primer, sektor material dasar, dan sektor keuangan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan dan sektor industri.
Meski IHSG dilanda profit taking, sejumlah saham masih berhasil torehkan cuan jumbo. Di antaranya, saham PT Jaya Agtra Wattie Tbk (JAWA) melesat 29,89% menjadi Rp 113, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melesat 26,09% menjadi Rp 116, PT Green Power Group Tbk (LABA) menguat hingga auto reject atas (ARA) 25% menjadi Rp 540.
Kenaikan juga melanda saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) menguat 20,32% menjadi Rp 1.125 dan PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) terbang 19,13% menjadi Rp 218.
Baca Juga
Nippon Indosari (ROTI) Ungkap Targetkan Pengoperasian Pabrik Pekan Baru dan Volume Penjualan 2026
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Pinago Utama Tbk (PNGO), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP).
IHSG kemarin ditutup melesat hingga ATH dengan penguatan 20,61 poin (0,27%) ke level penutupan tertinggi baru 7.554. Asing juga mencatatkan net buy jumbo, sehingga total net buy dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 11,21 triliun terbanyak dicatatkan BBCA Rp 3,25 triliun dan BMRI Rp 3,24 triliun.
Penguatan indeks kemarin didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, sektor properti, sektor keuangan, sektor kesehatan, dan sektor transportasi. Sebaliknya pelemahan melanda saham material dasar, sektor konsumer primer, sektor teknologi, dan sektor infrastruktur.
Grafik IHSG

