Menjauh dari 7.000, Ini Penyebab IHSG Ambles di Sesi I
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di teritori negatif, sejak sesi I perdagangan hari ini dibuka.
Pada penutupan sesi 1, Jumat (8/9/2023), IHSG tercatat anjlok 33,04 poin atau (0,48%) ke level 6.921, 77. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ 45 dan IDX30 yang turun masing-masing sebesar 0,77%.
Analis menyebut penurunan IHSG terutama disebabkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan The Fed menaikan suku bunga acuannya.
Saham PT Telefas Indonesia Tbk (TFAS) tercatat menjadi top gainer dengan penguatan 25% jadi Rp 1.600, disusul saham GTBO sebesar 16% menjadi Rp 665, saham MSKY naik 14% menjadi Rp 280, saham FILM naik 13% menjadi 3850 dan saham PTPP naik 12 menjadi Rp 725.
Sedangkan di jajaran top 5 penurunan melanda saham MPRO yang tergerus 24% menjadi 2.840, disusul saham MKNT turun 16% jadi Rp 5, lalu saham SURE turun 9% jadi Rp 1.400, kemudian saham RELF turun 9% menjadi 108 dan saham EURO turun 8% menjadi Rp 206.
Penurunan IHSG mengekor penurunan beberapa bursa Wall Street pada perdagangan Kamis (7/9/2023) dimana indeks S&P 500 mengalami penurunan -0.32% dan Nasdaq turun -0.89%. sementara indeks Dow Jones menguat tipis +0.17%,
Tim Riset Samuel Sekuritas menyebut pasar AS bergerak cenderung melemah karena kekhawatiran para pelaku pasar atas kebijakan suku bunga The Fed, yang akan menaikkan suku bunga lagi pada FOMC Meeting bulan ini.
‘’Yield UST 10Y turun -0.043bps (-1.0%) ke level 4.25% dan USD Index naik +0.19% ke level 105,1,’’ tulis laporan Tim Riset Samuel.
IHSG tidak sendiri, pagi tadi indeks Nikkei dibuka melemah 333,10 poin atau 1,01% ke 32.658,00, indeks Shanghai melemah 13,64 poin atau 0,44% ke 3.108,71, dan indeks Straits Times melemah 10,81 poin atau 0,34% ke 3.215,78.
