Wall Street Dilanda ‘Profit Taking’, S&P 500 dan Nasdaq Menjauh dari Level Rekor
Poin Penting
- S&P 500 turun 0,29% usai rekor tertinggi, Nasdaq melemah 0,40%.
- Dow naik 0,08% didukung lonjakan 12% UnitedHealth.
- Saham chip melemah, Applied Materials anjlok 14%, sentimen konsumen turun.
- Data inflasi dan penjualan ritel dukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Jumat waktu AS atau Sabtu (16/8/2025) WIB. Indeks S&P 500 tergelincir setelah mencapai rekor tertinggi, karena investor merealisasikan keuntungan setelah pekan yang solid. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,29% menjadi 6.449,80. Nasdaq Composite melemah 0,40% ke 21.622,98. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 34,86 poin, atau 0,08%, menjadi 44.946,12, didorong lonjakan 12% saham UnitedHealth. Meski demikian, level penutupan ini jauh di bawah rekor tertinggi yang sempat disentuh di awal sesi.
Baca Juga
Wall Street Tertekan Data Inflasi PPI AS, tapi S&P 500 Mampu Bertahan di Rekor Tertinggi
Penurunan saham-saham chip dan sentimen konsumen yang lemah membebani pasar pada Jumat. Applied Materials anjlok 14%, menyeret VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun 2%. Nvidia terkoreksi hampir 1%.
Sementara itu, indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun ke 58,6 pada Agustus dari 61,7 bulan sebelumnya, dipicu kekhawatiran inflasi.
Namun, ketiga indeks utama masih mencatat kinerja mingguan positif. Dow memimpin dengan kenaikan 1,74%, diikuti S&P 500 yang naik 0,94% dan Nasdaq menguat 0,81% sejak awal pekan, didukung data inflasi konsumen terbaru yang memicu harapan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve bulan depan.
“Ledakan AI dan kebutuhan pemangkasan suku bunga Fed menjadi penopang pasar. Kami tidak berpikir akan ada koreksi di S&P, meski musim Agustus dan September terkenal buruk,” kata Jay Hatfield, CEO dan CIO Infrastructure Capital Advisors, seperti dikutip CNBC. “Faktanya, kami masih bergerak naik secara perlahan,” ujarnya.
Baca Juga
Didorong Permintaan Otomotif, Penjualan Ritel AS Meningkat pada Juli
Data penjualan ritel AS untuk Juli yang dirilis Jumat pagi juga menunjukkan konsumen tetap sehat. Penjualan ritel naik 0,5% bulan lalu, sesuai ekspektasi konsensus Dow Jones. Penjualan ritel di luar otomotif naik 0,3%, juga sesuai perkiraan.

