Gara-gara BI7DRR Naik, IHSG Ditutup Anjlok 81 Poin
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/10/2023), terjerembab sebanyak 81,48 poin (1,18%) menjadi 6.846,43. IHSG bergerak dalam rentang 6.840,36-6.927,98 dengan nilai transaksi Rp 10,77 triliun.
Penurunan IHSG kian dalam setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga atau BI7DRR sebanyak 25 bps menjadi 6%. Kenaikan tersebut di luar dugaan analis dan pasar.
Baca Juga
Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, BI Naikkan BI7DRR Sebesar 25 Bps
Sedangkan sektor saham dengan penurunan terdalah adalam saham sektor transportasi 3,04%, sektor material dasar 1,98%, sektor property 1,63%, sektor keuangan 1,57%, dan sektor industry 1,14%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor infrastruktur dan kesehatan.
Koreksi tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas bursa saham regional, seperti indeks Nikke turun 583 poin, Hang Seng melemah 431 poin, dan Strait Times melemah 37,54 poin.
Meski IHSG anjlok, keempat saham ini masih berhasil torehkan lonjakan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) menguat Rp 19 (34,55%) menjadi Rp 74, PT PAM Mineral Tbk (NICL) menguat Rp 60 (34,09%) menjadi Rp 236, dan PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) melesat Rp 17 (34%) menjadi Rp 67.
Baca Juga
BI Sebut Pemilu dan Kenaikan Gaji ASN Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI 2024
ARA juga melanda saham PT Trisula International Tbk (TRIS) dengan penguatan Rp 54 (24,55%) menjadi Rp 274. Sisanya saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) naik Rp 13 (25,49%) menjadi Rp 64.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON).
