IHSG Lagi-lagi Ditutup Anjlok 36,75 Poin, tapi Empat Saham Ini Bertahan Ditutup ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/10/2024), ditutup turun sebanyak 36,75 (0,48%) menjadi 7.569,85. IHG bergerak dalam rentang 7.521-7.606 dengan nilai transaksi Rp 10,24 triliun.
Penutupan zona merah ini dipicu atas koreksi mayoritas sektor saham, sektor teknologi 1,14%, sektor konsumer non primer 1,21%, sektor keuangan 0,30%, sektor industri 0,17%, sektor material dasar 0,31%, dan sektor properti 0,10%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi, konsumer primer, dan kesehatan.
Baca Juga
Walau IHSG ditutup anjlok, empat saham ini malah melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melesat 34,58% menjadi Rp 144 dan PT Shield On Sevice Tbk (SOSS) melesat 25% menjadi Rp 1.050. Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melesat 24,87% menjadi Rp 4.870, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) melesat 24,49% menjadi Rp 610.
Penguatan juga melanda saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sebanyak 18,09% menjadi Rp 111 dan PT Sona Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 17,44% menjadi Rp 10.100.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI), PT Multipolra Technology Tbk (MLPT), PT Green Power Group Tbk (LABA), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Baca Juga
Emiten Andalan Lo Kheng Hong (GJTL) Raih Lompatan Laba 41,36% hingga Kuartal III-2024
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 28,03 poin (0,37%) menjadi 7.606,60. Pemodal asing lagi-lagi melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 511,18 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 407,89 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 158,56 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 97,23 miliar.
Koreksi indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 1,01%, sektor industri 0,87%, sektor keuangan 0,50%, sektor material dasar 0,30%, dan sektor transportasi 0,42%. Sebaliknya penugatan melanda saham sektor infrastruktur 1,02%, sektor kesehatan 0,76%, sektor konsumer non primer 0,72%, sektor teknologi 0,74%, dan sektor properti 0,49%.
Grafik Saham IHSG

