IHSG Terkoreksi 13 Poin, Tapi Empat Saham Ini Melesat hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/4/2024), kembali ditutup melemah 13,5 poin (0,19%) menjadi 7.073,82. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi indeks sepanjang pekan lalu yang hampir 200 poin.
Penurunan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,69%, sektor infrastruktur 0,60%, sektor transportasi 0,63%, sektor consumer primer 0,33%, dan sektor industry 0,26%. Sebailknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 0,90%, sektor properti 0,79%, sektor keuangan 0,16%, sektor material dasari 0,10%, dan saham sektor teknologi 0,30%.
Baca Juga
MK Tolak Gugatan Sengketa Hasil Pilpres 2024 yang Diajukan Ganjar-Mahfud
Meskipun IHSG kembali melemah , beberapa saham cetak lonjakan auto reject atas (ARA), saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat Rp 42 (34,43%) menjadi Rp 164, PT Atlantis Subssea Indonesia Tbk (ATLA) melesat Rp 52 (24,53%) menjadi Rp 264, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) naik Rp 280 (25%) menjadi Rp 1.400, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 94 (24,87%) menjadi Rp 472.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI), PT Galva Technologies Tbk (GLVA), PT Hillcon Tbk (HILL), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV).
Akhir pekan lalu, bursa saham Wall Street ditutup bervariasi dengan penguatan melanda Dow Jones 0,56%. Sebaliknya indeks Nasdaq anjlok mencapai 2,05% dan indeks S&P500 melemah 0,88%.
Baca Juga
Saatnya Akumulasi Saham Ciputra (CTRA), Sekuritas Ini Beberkan Alasannya
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok 74,49 (1,11%) menjadi 7.087,32. Level penutupan tersebut menjadi level terendah baru sejak terhitung sejak 13 Desember 2023. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 838,15 miliar.
Meski demikian beberapa saham tetap diminati pemodal asing kemarin, meskipun indeks anjlok. Di antaranya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan net buy senilai Rp 130,81 miliar.

