IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 30 Poin, tapi Dua Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (24/10/2024), ditutup anjlok sebanyak 30,69 poin (0,39%) menjadi 7.567. Koreksi dipicu penurunan sebagian besar sektor saham.
Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar 1,01%, sektor energi 0,86%, sektor properti 0,72%, sektor kesehatan 0,62%, sektor konsumer primer 0,36%, dan sektor keuangan 0,39%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri 0,22%
Baca Juga
Meski IHSG melemah, dua saham berikut justru ditutup menguat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) menguat 24,81% menjadi Rp 4.830 dan PT Shield Service Tbk (SOSS) sebanyak 24,42% menjadi Rp 540.
Kenaikan juga melanda saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) menguat 28% menjadi Rp 64, PT Mandala Multifinance TbK (MFIN) melesat 20,13% menjadi Rp 3.700, dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) menguat sebanyak 17,92% menjadi Rp 125.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), PT Jhonline Agra Raya Tbk (JARR), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Baca Juga
Merger XL (EXCL) dan Smartfren (FREN) Memasuki Babak Baru, Apa Itu?
IHSG kemarin ditutup terkoreksi tipis 1,42 poin (0,02%) menjadi 7.787. Pergerakan IHSG dalam rentang 7.761-7.805 dengan nilai transaksi Rp 11,03 triliun. Sedangkan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,72 triliun dipiju crossing saham PT Surmas Dutamakmur Tbk (SMDM) Rp 2,33 triliun.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 0,57%, sektor properti 1,04%, sektor infrastruktur 0,42%, sektor konsumer primer 0,05%, dan sektor energi 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, keuangan, konsumer non primer, industri, dan teknologi.
Grafik IHSG

