IHSG Lagi-lagi Anjlok 49 Poin Sesi I, Tapi 4 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (22/4/2024), ditutup kembali anjlok 49,79 poin (0,70%) menjadi 7.037,53, meskipun sempat dibukan rebound di awal sesi. .
Penurunan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,16%, sektor consumer primer 0,66%, sektor infrastruktur 0,64%, sektor energi 0,25%, dan sektor industry 0,16%. Sebailknya penguatan melanda saham sektor material dasar 0,46%, sektor consumer non primer 0,24%, sektor properti 0,52%, dan sektor teknologi 0,10%.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh Jadi Rp 521 Miliar, Manajemen Ungkap Pendorongnya
Meskipun IHSG anjlok, beberapa saham cetak lonjakan auto reject atas (ARA) PT Atlantis Subssea Indonesia Tbk (ATLA) melesat Rp 52 (24,53%) menjadi Rp 264, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat Rp 42 (34,43%) menjadi Rp 164, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 94 (24,87%) menjadi Rp 472, dan PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat Rp 88 (24,86%) menjadi Rp 442. Penguatan juga melenda saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik Rp 29 (18,13%) menjadi Rp 189.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Siloam International Hospitals TBk (SILO).
Akhir pekan lalu, bursa saham Wall Street ditutup bervariasi dengan penguatan melanda Dow Jones 0,56%. Sebaliknya indeks Nasdaq anjlok mencapai 2,05% dan indeks S&P500 melemah 0,88%.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Maret Naik 3,46% ke US$ 4,47 Miliar, Inilah Penyebabnya
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok 74,49 (1,11%) menjadi 7.087,32. Level penutupan tersebut menjadi level terendah baru sejak terhitung sejak 13 Desember 2023. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 838,15 miliar.
Meski demikian beberapa saham tetap diminati pemodal asing kemarin, meskipun indeks anjlok. Di antaranya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan net buy senilai Rp 130,81 miliar.

