IHSG Sesi I Anjlok 26 Poin, tapi Saham CINT dan POLU Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (5/2/2024), ditutup melemah 26,78 (0,37%) menjadi 7.212. IHSG bergerak dalam rentang 7.209,27-7.254,09.
Penurunan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,40%, sektor industry 0,70%, sektor material dasar 0,58%, sektor infrastruktur 0,56%, dan sektor kesehatan 0,34%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor transportasi 0,86% dan sektor energi 0,48%.
Baca Juga
Meski IHSG melemah, kedua saham ini berhasil mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Chotose Internasional Tbk (CINT) naik Rp 51 (34,69% menjadi Rp 198 dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 100 (25%) menjadi Rp 500.
Penguatan juga melanda saham PT Indointernet Tbk (EDGE) naik Rp 760 (21,17%) menjadi Rp 4.350, PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) naik Rp 16 (16,33%) menjadi Rp 114, dan PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik Rp 26 (14,77%) menjadi Rp 202.
Sebaliknya lima saham ini catatkan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), PT Berlina Tbk (BRNA), PT Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), dan PT Cita Minerael Investindo Tbk (CITA).
Baca Juga
Akibat Harga Amonia Anjlok, Laba Bersih ESSA Merosot 73% di 2023
IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat sebanyak 37,08 poin (0,51%) menjadi 7.238,78. Pemodal asing kembali agresif memborong saham dengan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,46 triliun di seluruh pasar. Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 465,43 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 232,46 miliar, dan PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 192,56 miliar.
Bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat dengan kenaikan tertinggi melanda indeks Nasdaq sebanyak 1,74%, indeks S&P500 menguat 1,07%, dan Dow Jones melesat 0,35%.

